Home Ekonomi Debat Adian Vs Erick Baiknya Disiarkan Langsung

Debat Adian Vs Erick Baiknya Disiarkan Langsung

Jakarta, Gatra.com - Pakar komunikasi politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH), Emrus Sihombing, mendukung terlaksananya debat terbuka antara Anggota DPR, Adian Napitupulu, versus (Vs) Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, melalui siaran langsung televisi agar masyarakat bisa menyaksikan.

"Jadi diskusi silakan, di ruang publik silakan, disiarkan televisi silakan supaya publik semua tahu," kata Emrus di Jakarta akhir pekan ini.

Namun Emrus berhadap debat terbuka ini dipandu oleh akademisi dari kalangan kampus supaya berhasil "membongkar" persoalan BUMN dan bukan menjadi pertunjukan (show).

"Dimoderatori oleh orang kampus yang mumpuni sebagai moderator. Jadi tidak asal, dosen itu kalau menyajikan jago sekali, dipilihlah yang paling andal. Saya kira banyak di universitas-universitas," ujarnya.

Emrus berharap debat terbuka yang diwacanakan dan tantangannya bergulir di media sosial, bisa terlaksana agar tidak bersatu-sautan di media guna menyelesaikan berbagai persoalan dan memperbaiki BUMN untuk kepentingan rakyat.

"Supaya ini menjadi clear persoalannya, tidak mereka berwacana hanya melalui media, tetapi ada berhadap-hadapan bisa kita saksikan," ujarnya.

Perdebatan terbuka itu nantinya diharapkan sebagai pintu untuk melahirkan perbaikan, sehingga seluruh BUMN bisa berkinerja baik dan menyokong pendapatan negara untuk rakyat.

"BUMN itu milik kita bersama, pemegang sahamnya kita, saham kita ada di sana, rakyat Indonesia melalui pajak. Pajak itu jadi APBN, APBN dikelola pemerintah, pemerintah punya saham di sana. Jadi indirectly, kita punya saham di sana," katanya.

Dengan demikian, lanjut Emrus, bongkar saja, bila perlu sampaikan berapa gaji direksi dan komisaris serta pejabat lainnya. Kemudian, fasilitas yang mereka dapatkan.

"Misalnya, direksi itu berapa sih gajinya. Komisaris itu berapa gajinya. Bukankah sudah cukup 1 atau 3 komisaris misalnya. Para komisaris dan direksi itu rangkap jabatan atau enggak," ujarnya.

Sedangkan soal poster tentang tantangan debat untuk dua orang ini serta tanggapan mereka, menurut Emrus, baru sebatas perdebatan di media antara Adian dengan yang ada di BUMN. Debat ini pintu masuk untuk pembenahan dan keterbukaan.

"Cara yang paling baik adalah keterbukaan kalau dari aspek komunikasi. Kalau sudah terbuka semua, kita bisa berbenah. Oh di sini, di sini. Oh ternyata tunjangan jabatannya sekian, oh ternyata mereka itu komisarisnya sekian," katanya.

"BUMN kita ini bisa besar, berungtung, dan tidak berutang lagi, berkontribusi bagi APBN sehingga bisa menyejahteraka rakyat," ujarnya.

452