Home Gaya Hidup Kloset Duduk Jadi Sampah di Jalur Mudik Presiden Jokowi

Kloset Duduk Jadi Sampah di Jalur Mudik Presiden Jokowi

Karanganyar, Gatra.com - Jajaran sukarelawan bersama aparat Kecamatan Colomadu, Satpol PP, Babinsa dan Babinkamtibmas memungut sampah berserakan di penggal Jalan Adi Soemarmo Colomadu. Timbunan sampah tak pernah sepi di tepi jalur yang sering dilewati Presiden Jokowi menuju rumah keluarganya di Banyuanyar, Solo ini. 

 

Jenis sampahnya tak hanya plastik bekas bungkus makanan dan patahan batang, namun sampai closet duduk dan ember bekas. Paling parah di dekat pintu keluar exit Tol Klodran, dimana lokasinya seakan tempat sampah sementara (TPS). Padahal itu selokan. 
 
"Luar biasa sampahnya. Aktivitas pembuangan sampah sembarangan merusak pemandangan. Berserakan kemana-mana. Sampah rumah tangga hingga sampah bekas konstruksi bangunan," kata Koordinator Kebersihan Kecamatan Colomadu dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) Karanganyar, Sumarso kepada Gatra.com di sela kerja bakti memungut sampah, Selasa (14/7). 
 
Awalnya sampah belum menumpuk di beberapa titik. Lantaran tak segera ditindak, lama kelamaan pelaku pembuangan sampah sembarangan terbiasa membuang. Hingga sekarang, bahu sepanjang Jalan Adi Soemarmo kurang sedap dipangang. Padahal rute ini alternatif dari Bandara Adi Soemarmo ke Kota Solo. Tamu-tamu dari Ibu Kota juga sering melewatinya usai dari bandara maupun exit Tol Klodran dan Ngasem.
 
"Colomadu merupakan wajah Karanganyar di perbatasan paling barat. Pak Jokowi kalau mudik ke rumah keluarganya sering lewat Jl Adi Soemarmo. Melihat kondisi penuh sampah, kita berinisiatif memungutnya bersama teman-teman relawan, babinsa dan babinkamtibmas," katanya. 
 
Para sukarelawan selain memungut sampah juga memereteli spanduk maupun baliho ilegal yang dipaku di pohon maupun tertempel di tiang listrik. Belum satu jam menyisir rute soto sawah ke barat, truk pengangkut sampah sudah penuh. 
 
Camat Colomadu Eko Budi Hartoyo meminta dilakukan pengawasan ketat aktivitas liar pembuagan sampah. Bagi yang tertangkap basah membuang sembarangan bakal ditindak. "Sekali tertangkap dibina di tempat. Kalau nekat, bakal dibawa ke kantor polisi," katanya.
 
Ia menduga pelakunya tak hanya warganya yang kurang teredukasi. Namun juga warga luar kota yang sering lewat di Jl Adi Soemarmo. "Sambil berangkat kerja sekalian buang sampah di sini. Dilempar begitu saja," katanya. 
 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS