Home Milenial Polling PGRI, Mayoritas Responden Ingin Sekolah Tatap Muka

Polling PGRI, Mayoritas Responden Ingin Sekolah Tatap Muka

Purworejo, Gatra.com - Tahun ajaran baru 2020/2021 terasa istimewa karena semua kegiatan sekolah dilakukan secara daring akibat pandemi covid-19. Meskipun Kabupaten Purworejo telah dinyatakan sebagai zona hijau, namun Proses Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) masih dilakukan secara daring sambil menunggu SK Bupati mengenai sekolah tatap muka. 

Menurut Ketua PGRI Kabupaten Purworejo, Irianto Gunawan, pihaknya telah mengadakan polling pada tanggal 25 Juni hingga 7 Juli lalu melalui web PGRI Purworejo. "Hasilnya, 26% menginginkan tatap muka bergantian, tatap muka dan daring 18%, perpanjangan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 18%, tatap muka penuh 18%, home schooling 13% dan yang abstain 6%," jelas Gunawan di kantornya (15/7).
 
Dari hasil poling tersebut diketahui pula mengapa banyak yang ingin pembelajaran tatap muka. Mereka beralasan karena anak jenuh di rumah dan orang tua tidak bisa mendampingi. "Saat ini PGRI masih menyiapkan strategi video pembelajaran saat pandemi. Video tersebut juga masih bisa dipergunakan ketika nanti masa pandemi telah berlalu, kami masih mencari pola yang tepat," lanjut Gunawan.
 
Para guru yang tergabung dalam PGRI memiliki rencana pembelajaran tatap muka demgan cara, lima murid di sekolah, lainnya online di rumah secara bersamaan. Mereka masing-masing akan mendapat giliran masuk sekolah dan sekolah daring. 
 
"Untuk membantu pulsa bagi para tenaga pengajar, PGRI telah bekerja sama dengan Telkomsel untuk memperoleh paket data murah, 10 GB seharga Rp40 ribu", kata Gunawan. 
 
Guna mempersiapkan sekolah tatap muka, PGRI telah memfasilitasi pembuatan masker, pengadaan hand sanitizer, tameng wajah (face shield), thermo gun dan alat cuci tangan yang semuanya dikerjakan oleh UMKM di bawah koordinator Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU). Kebiasaan baru para murid juga diharuskan membawa bekal dan peralatan makan minum sendiri dari rumah. Orang tua diminta untuk mengikuti aturan kebiasaan baru ini jika kelak sekolah tatap muka telah diperbolehkan. 
1705