Home Milenial Kemendikbud Serukan Penumbuhan Sikap Integritas di ASN

Kemendikbud Serukan Penumbuhan Sikap Integritas di ASN

Jakarta, Gatra.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menyatakan bahwa penanaman nilai intergritas dalam tubuh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadi hal yang penting. Tujuan ASN seharusnya sebagai bagian aparatur petugas negara untuk memberi layanan publik, yang independen dan netral.

Pelaksana Tugas Dirjen Dikti Kemendikbud, Nizam menyebut semua layanan prima untuk masyarakat baik di lingkungan Ditjen Dikti maupun di lingkungan Perguruan Tinggi dapat tercipta, jika ASN didalamnya mempinyai kompetensi dan integritas. Sehingga dari dua kunci tersebut, produktivitas pun dapat tercapai dalam layanan yang diberikan, agar bisa dinikmati masyarakat luas.

"Karena KKN ini sudah lama menjadi penyakit di dalam masyarakat utamanya di kalangan ASN. Maka, kita harus menjadi pelopor memberantas KKN, karena kita di pendidikan dan semua upaya pemberantasan berawal dari pendidikan. Kita didik dari PAUD hingga Pendidikan Tinggi untuk berintegritas, semua bermuara dari dunia pendidikan," kata Nizam saat hadir dalam telekonferensi daring, Kamis (16/7).

Nizam menyebut, indeks persepsi korupsi Indonesia di ASEAN masih bertengger di peringkat 4, masih kalah dengan negara tetangga seperti Singapura, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Bahkan terdata pada tahun 2019 lalu, nilai kerugian akibat korupsi mencapai Rp8,4 triliun, dan tercatat ratusan ribu ASN yang diberhentikan dari jabatannya karena korupsi.

"Kita siap untuk dukung integritas nasional, bersama KPK dan seluruh jajaran pemerintahan, swasta, dan sipil. Karena dengan ketidakadaan korupsi, maka pembangunan lebih lancar, tatanan hukum lebih berkeadilan, kesejahteraan dan kualitas hidup akan hauh lebih baik di masyarakat," tuturnya.

Seperti halnya penyakit, lanjut Nizam, maka penanganannya harus melalui beberapa aspek. Dirumuskan Ditjen Dikti, ada 3 aspek untuk meningkatkan integritas di tubuh Dikti yaitu dengan cara promotif, preventif, dan kuratif.

"Rencana aksi di Dikti, bahwa Dikti akan membawa semangat Sigap Melayani. Komitmen pimpinan, dari saya dan rekan-rekan eselon 2 harus bisa menjadi teladan. Sasaran zona integritas Dikti adalah manajemen perubahan, deregulasi kebijakan, penataan dan penguatan organisasi, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik," ujarnya.

191

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR