Home Info Kementrian Catatan Gemilang Bidang Kesehatan

Catatan Gemilang Bidang Kesehatan

797

Jakarta, Gatra.com– Menghadapi Pandemi Covid-19 yang belum juga reda, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentu saja juga tetap melaksanakan kerja di bidang kesehatan lainnya, tak hanya menyangkut Coronavirus yang tengah mewabah saat ini.

Setidaknya, capaian realisasi anggaran untuk melaksanakan program kerja bidang kesehatan ini pernah disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto di gedung DPR RI pada 29 Juni lalu.

Tentu saja uraian Menkes ini sejalan dengan grand design pembangunan kesehatan Indonesia sebagaimana perwujudan dari misi Presiden Joko Widodo yakni “Terwujudnya SDM Indonesia Berkualitas”.

Ada lima kebijakan untuk mewujudkan misi tersebut. Antara lain, peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pendekatan siklus hidup; penguatan pelayanan kesehatan dasar dan rujukan; peningkatan pencegahan dan pengendalian penyakit dan pengelolaan kedaruratan kesehatan masyarakat; peningkatan sumber daya kesehatan; serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan inovatif.

Kelimanya untuk menjawab fokus perhatian Presiden pada isu-isu strategis, yaitu stunting, AKI dan AKB, sistem jaminan kesehatan nasional, penguatan layanan kesehatan, serta obat dan alat kesehatan.

Sebelumnya, Menkes Terawan pernah menegaskan, bahwa komitmen Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan capaian pembangunan kesehatan untuk kualitas hidup yang lebih baik.

“Presiden Joko Widodo telah menugaskan saya untuk memfokuskan pada upaya untuk mengurangi kematian ibu dan anak serta stunting, pembenahan Jaminan Kesehatan Nasional, penguatan pelayanan kesehatan dasar dan penyediaan obat dan alat kesehatan yang terjangkau sebagai prioritas pembangunan kesehatan,” kata Menkes.

Tentu saja, penjabaran misi presiden tersebut diimplementasikan sejalan dengan realisasi anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2019 hingga pertengahan 2020, ada sejumlah catatan yang telah dikerjakan.

Pada 2019 realisasi anggaran Kemenkes sejumlah 94.60 persen dari alokasi anggaran sebesar Rp71,1 Triliun, Kemenkes telah merealisasikannya seoptimal mungkin pada 2019.

Dari realisasi anggaran tersebut, telah dibelanjakan secara produktif beberapa hal terkait pembangunan kesehatan Indonesia.

Pada pencapaian program kesehatan masyarakat, misalnya, pada pelayanan antenatal atau layanan kesehatan untuk ibu hamil, mencapai realisasi sebesar 88,7%. Angka ini naik dari sebelumnya, sebesar 88,0% pada 2018.

Dari angka layanan antenatal tersebut, jumlah ibu hamil yang melakukan persalinan di fasyankes juga naik.

Misalnya pada 2017, dari 83,7%, naik menjadi 86,3% pada 2018 dan pada 2019 angkanya juga naik menjadi 88,8%.

Jumlah kematian ibu dapat ditekan menurun. Pada 2017, ada sebanyak 4.295 kasus.

Pada 2018, turun menjadi 4.207, dan pada 2019 menjadi 4.196 kasus. Pada kasus kematian bayi, jumlahnya juga terus menurun dari tahun ke tahun.

Pada 2017, ada 27.875 kasus kematian bayi, sedangkan pada 2018 ada 27.023 jiwa dan pada 2019 makin menurun menjadi 26.224 jiwa.

Pada layanan gizi masyarakat, meskipun pada kasus balita stunting atau balita yang mengalami keterlambatan pertumbuhan sempat naik pada 2018, yakni 30,8%, yang sebelumnya pada 2017 sebesar 29,6%.

Namun pada 2019, kasus balita stunting mengalami penurunan kasus menjadi 27,7% pada 2019.

Pada kasus balita wasting, juga sempat mengalami kenaikan pada 2018, yakni 10,2% dari 2017 sebesar 9,5%. Namun pada 2019, angka ini turun drastis menjadi 7,4%.

Dalam penanggulangan penyakit, saat ini terdapat lebih dari 2 juta orang pasien TBC yang diobati sejak 2015, dengan persentase keberhasilan pengobatan mencapai 83%.

Adapun untuk daerah yang sudah berhasil mengeliminasi malaria, hingga 2019 tercatat sebanyak 300 kabupaten/kota.

Kemenkes mencatat, upaya menurunkan kasus stunting pada balita, ada upaya masyarakat untuk mengonsumsi ikan.

Data ini diperkuat melalui hasil survei BPS yang dirilis pada rentang waktu Maret 2015-2019.

Peningkatan pembangunan serta perbaikan sarana dan prasarana kesehatan tingkat pertama, juga terus dilakukan. Pada peningkatan ini, angkanya juga terus naik dari tahun ke tahun.

Peningkatan dan perbaikan ini dilakukan pada puskesmas, puskesmas keliling air, puskesmas kendaraan roda empat, puskesmas kendaraan roda dua, dan penambahan unit ambulans.

Pada bidang pengelolaan keuangan, Kemenkes juga menunjukkan hasil baik. Hal ini dilihat dari hasil opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kami bersyukur dengan perolehan Opini WTP tersebut. Kementerian Kesehatan telah menyusun laporan keuangan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, sehingga proses pertanggungjawaban bisa dilaksanakan secara akuntabel dan transparan,” tutur Terawan.

Kemenkes juga meraih peringkat kedua tingkat kementerian/lembaga yang berkinerja terbaik dalam hal pengelolaan anggaran TA 2018 kategori pagu besar (Pagu > Rp10 triliun) dengan mendapat dana insentif sebesar Rp80 miliar.

Kemenkes juga meraih peringkat ketiga tingkat kementerian/lembaga yang berkinerja terbaik dalam hal pengelolaan anggaran TA 2019 pada kategori pagu besar (Pagu > Rp10 triliun) dengan mendapat dana insentif sebesar Rp70 Miliar.

Tentu saja semua hasil tersebut karena adanya upaya strategis dalam hal percepatan realisasi anggaran dengan cara: meningkatkan koordinasi lintas sektor dan lintas program, segera melakukan realisasi belanja modal, percepatan proses pengadaan barang dan jasa (proses tender), mendorong percepatan pengiriman barang untuk pengadaan yang telah kontrak, serta menjaga konsistensi pelaksanaan kegiatan sesuai Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK) dan Rencana Penarikan Dana (RPD), sehingga tidak terjadi penumpukan di akhir tahun.

Selain itu, dilakukan pula upaya dengan melaksanakan kegiatan secara paralel, pemantauan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, pemonitoran dan evaluasi realisasi anggaran secara berkala, serta menyesuaikan kembali jadwal penyelesaian pelaksanaan kegiatan agar lebih rasional.

Sementara, terkait dengan anggaran tambahan untuk percepatan penanggulangan Covid-19, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan (Kemenkes), drg. Oscar Primadi, MPH mengatakan, menghadapi Pandemi Covid-19 ini, pembiayaan kesehatan memang mengalami peningkatan yang luar biasa.

Dengan adanya peningkatan anggaran saat Pandemi Covid-19 ini, Sekjen Kemenkes berharap terjadi akselerasi dan penguatan subsistem upaya kesehatan di Tanah Air.

Dengan adanya anggaran tambahan ini, terjadi perbaikan serta penguatan terhadap subsistem upaya kesehatan, termasuk di dalamnya yakni peningkatan sarana dan prasarana dan peningkatan SDM kesehatan.

“Semoga ke depan subsistem upaya kesehatan kita akan lebih baik sehingga pelayanan masyarakat akan lebih paripurna,” kata Oscar.

Kemudian, terkait dengan pemberian insentif kesehatan bagi tenaga kesehatan di daerah, Kemenkes tetap mendorong dilakukannya verivikasi terlebih dahulu.

Namun dalam proses ini tidak mempersulit, namun dilakukan dengan cepat dan tepat tanpa menabrak aturan yang ada.

Untuk mempermudah ini, proses verifikasi hanya pada tingkat Pemda saja, baik itu Kabupaten/Kota atau tingkat Provinsi.

Untuk itu, dalam hal ini semua pihak memiliki pemahaman yang sama, sehingga tidak terjadi keterlembatan pembayaran.

Selain itu kata Oscar, untuk memperlanjar ini pihaknya memiliki Pokja bersama Kemendagri dan Kementerian Keuangan, hal ini dilakukan agar terjadi percepatan pelaksanaan di daerah.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS