Home Gaya Hidup Pimpin Upacara, Jokowi Kembali Kenakan Baju Adat NTT

Pimpin Upacara, Jokowi Kembali Kenakan Baju Adat NTT

Jakarta, Gatra.com - Indonesia tengah merayakan hari kemerdekaanya yang ke-75. Pagi tadi, Istana Merdeka menggelar Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8). Presiden Joko Widodo (Jokowi) keluar didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi dari Istana Merdeka menuju arena upacara beberapa menit sebelum pukul 10.00 WIB. 

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kain yang digunakan Jokowi merupakan kain bermotif Kaif berantai nunkolo. Motif sudah dimodifikasi dari bentuk belah ketupat (motif geometris) dengan batang tengah yang berarti sumber air dan bagian pinggir bergerigi melambangkan wilayah yang berbukit dan berkelok-kelok.

"Warna merah melambangkan keberanian laki-laki nunkolo. Aksesoris selain menambah indah kain tenun ada makna kegunaan praktis," dalam siaran pers Sekretariat Negara yang diterima Gatra.com.

Aksesori yang digunakan Jokowi adalah dester (ikat kepala) atau pilu berbentuk dua tanduk kecil yang memiliki arti bahwa fungsi Raja yang melindungi rakyat. Ikat di kepala sebagai penutup kepala merupakan simbol tanda kebesaran Raja sebagai Mahkota.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma'ruf Amin bersama istri Wury Ma'ruf Amin mengenakan pakaian adat Melayu Indonesia bercorak warna gelap. Wapres tampak serasi berdampingan dengan Ibu Hj. Wury yang mengenakan baju kurung modern dan Songket Tabur.

Upacara Detik-Detik Proklamasi diselenggarakan secara sederhana dan terbatas di tengah pandemi Covid-19, itu berlangsung khusyuk hingga pukul 10.35 WIB. Upacara dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi selaku Inspektur Upacara.

Ini bukan kali pertama Jokowi tampil pada acara resmi kenegaraan menggunakan baju ada. Pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) atau Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Senayan, Jakarta, Jumat 14 Agustus pekan lalu misalnya, Jokowi juga hadir dengan mengenakan kain tenun khas Sabu Raijua yang juga berasal dari budaya NTT.

204