Home Ekonomi ISPI: Peternakan Indonesia Semakin Maju

ISPI: Peternakan Indonesia Semakin Maju

Jakarta, Gatra.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar panen pedet hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB, Sabtu (22/8). Panen ini merupakan panen lanjutan dalam mewujudkan peternakan modern dan swasembada daging nasional.

Berkaitan dengan hal ini, Ketua Dewan Pertimbangan Organisasi Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI), Ali Agus mengatakan bahwa peternakan indonesia terus mengalami kemajuan yang signifikan. Bahkan, kata dia, kehadiran teknologi dan berbagai bantuan pemerintah lambat laun mampu mewujudkan swasembada daging.

"Saya melihat ke depan peternakan kita akan semakin berkembang dan semakin maju. Oleh karena itu, baik pemerintah maupun pengusaha harus fokus dan konsistensi mengurusi peternakan nasional," kata Ali Agus, Minggu (23/8).

Menurut Ali Agus, era pangan portein hewani sudah masuk industrialisasi peternakan yang meliputi daging, telur, dan susu. Untuk itu, peternakan Indonesia harus mendapat perhatian lebih serius dari semua pihak.

"Jika ingin masyarakat kita mengkonsumsi pangan berprotein khususnya hewani, perlu persiapan yang serius dan matang dalam memproduksi sapi yang berkualitas. Saya kira pengelolaan saat ini sudah maju dan modern," katanya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo melakukan panen 1.000 pedet hasil inseminasi buatan (IB) di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, NTB.

"Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi bahwa kita harus bisa mencukupi kebutuhan pangan dari produksi sendiri. Kita masih impor 280 ribu ton atau 1,2 juta ekor sapi pertahun. Masa harus beli dari luar, kenapa kita tidak produksi sendiri? Oleh karena itu, kita siapkan program 1.000 desa sapi, 1 desanya 200 ekor sapi. Kita kembangkan sapi limosin dan brahman, tak terkecuali sapi lokal juga," katanya.

Sebagai informasi, hingga 27 Juli 2020 secara nasional, program Sikomandan telah melakukan IB sebanyak 2.318.136 akseptor, bunting 1.359.094 ekor dan kelahiran sebanyak 1.394.446 ekor. Dengan keberhasilan tersebut, terjadi lompatan populasi sapi/kerbau yang cukup signifikan selama 5 tahun terakhir yaitu sebesar 3,37 juta ekor, sehingga populasi saat ini berjumlah 18,82 juta ekor. (Adv)