Home Hukum Silaturahmi Kebinekaan, Kapolda Jateng Soroti Intoleransi

Silaturahmi Kebinekaan, Kapolda Jateng Soroti Intoleransi

Purwokerto, Gatra.com - Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmas Luthfi menyoroti persoalan intoleransi pada Silaturrahmi Kebinnekaan dan doa bersama Habib Lutfi bin Ali bin Yahya di Lapangan Mapolrestas Banyumas, Senin (24/8).

Bersama Danrem Wijayakusuma, Bupati Banyumas Ahmad Husein, Kapolresta Kombespol Whisnu Caraka, unsur pimpinan daerah dan tokoh agama di Kabupaten Banyumas dia mengajak masyarakat untuk agar menghargai satu sama lain dan menghilangkan perasaan intoleran.

Menurut Kapolda, sikap intoleransi adalah salah satu pemicu konflik dalam masyarakat.

"Intoleransi apabila dibiarkan akan memicu sikap radikalisme dan berujung pada perbuatan terorisme, maka mari kita bersikap toleransi agar masyarakat senantiasa damai sentosa," ujarnya.

Dia berharap, kegiatan ini menumbuhkan rasa keharmonisan dan mempererat tali persaudaraan maupun tali silaturahmi antar umat beragama. Selain itu dapat memberikan penyegaran dan mengembangkan kembali semangat kebangsaan dalam rangka mengentaskan krisis yang dihadapi bangsa.

"Negara saat ini sedang menghadapi krisis kesehatan akibat Covid-19, segala kegiatan juga harus mematuhi protokol kesehatan," tambahnya.

Sementara Maulana Habib Luthfi Bin Yahya yang juga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) mengatakan, masyarakat harus menjaga persatuan dan kesatuan. Agar bangsa dan negara Indonesia semakin kokoh dan kuat serta tidak mudah digoyahkan oleh para pengacau.

"Kita harus semakin kokoh menjaga bangsa ini. Karena semakin menjaga persatuan dan kesatuan, negara kita akan sulit diruntuhkan oleh para pengacau NKRI," kata Habib Luthfi.

Dia mengingatkan masyarakat untuk tetap menghargai kemajemukan, terutama saat menghadapi tahun politik ini. Menurutnya, kebhinnekaan merupakan ajaran luhur nenek moyang yang harus dilestarikan dari generasi ke generasi.

"Jangan tergoyahkan dengan iming-iming apapun, juga agar tak ada pihak yang mencoba-coba menggoyahkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya.

Ketua FKUB Banyumas, Mohammad Roqib mengatakan bahwa menurut survei dari Fakultas Ilmu Sosial Politik Unsoed tingkat kerukunan yang ada di Kabupaten Banyumas sekitar 93%.

"Di Banyumas forum kerukunan umat beragama melakukan proses kaderisasi melalui FKUB yang memiliki forsa yaitu kader-kader yang pernah dilatih," ucap Roqib.

145