Home Milenial Puteri Pendidikan Indonesia 2020 Jatim Usung Merdeka Belajar

Puteri Pendidikan Indonesia 2020 Jatim Usung Merdeka Belajar

Surabaya, Gatra.com - Pandemi Covid-19 tidak menghalangi anak muda Jawa Timur berprestasi. Salah satunya, Athiyyah Putri Nararya, siswa SMAN 1 Malang yang menyandang nama Jawa Timur pada ajang Pemilihan Putera Puteri Pendidikan Indonesia 2020.

Putri lolos seleksi tahap 1, 2, dan 3 hingga ke semi final. Putri tidak sendirian. Dia berangkat ke Bandung bersama satu kandidat Putera Pendidikan Indonesia 2020 asal Bojonegoro, pekan depan.

"Alhamdulillah tahap pertama tidak perlu mengikuti karena dapat voting favorit. Semi final saya lolos dan menuju grand final untuk mewakili Jawa Timur," kata Putri di Surabaya, Rabu (2/9).

Pada ajang tersebut, Putri tentunya tidak hanya beradu cantik. Tapi, juga unjuk kebolehan dari aspek intelijensial. Yakni, pemahaman terhadap isu-isu terkini di Indonesia. Termasuk, soal menyeimbangkan persiapan pada ajang tersebut dan aktivitas akademiknya sehari-hari. Putri mengaku harus mengutamakan aktivitas akademis sebelum mempersiapkan diri untuk ajang tingkat nasional tersebut.

"Persiapan materi sudah 80%. Saya optimistis menang dengan kemampuan dan keterampilan yang saya miliki ini. Tapi, kegiatan pelajaran sekolah harus saya tuntaskan, sembari membagi waktu untuk persiapan lomba nasional," kata Peraih Gold Medal National English Olympiad by EEC 2012 itu.

Soal materi dan gagasan soal Merdeka Belajar yang akan dipresentasikan pada ajang tersebut, Putri mengaku itu sudah dipersiapkan. Ia menjelaskan, satu hal yang ditekankan dalam gagasan tentang Merdeka Belajar ini adalah soal bagaimana anak muda meraih prestasi di bidang apapun selama masih dalam konteks yang positif. Apalagi, meraih prestasi selama masa pandemi dan resesi seperti saat ini.

Contohnya, pandemi Covid-19 memaksa para guru dan siswa belajar dari rumah. Karenanya, anak muda di era pandemi seperti ini seharusnya dapat lebih berkreasi dengan banyaknya informasi yang beredar di internet.

Contoh lain, adalah Merdeka Belajar di lingkup perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa seharusnya memiliki kebebasan absolut dalam hal memilih program studi.

“Saya menyuarakan advokasi pendidikan merdeka belajar. Advokasi diri sendiri Merdeka Belajar ini ya dimulai dari memilih jurusan,” katanya.

710