Home Kesehatan Tak Ada Penyekatan Lagi, Pelaku Perjalanan Dipantau Khusus

Tak Ada Penyekatan Lagi, Pelaku Perjalanan Dipantau Khusus

Karanganyar, Gatra.com -Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar meminta pelaku perjalanan diperhatikan lebih serius. Mereka tak boleh berkeliaran sebelum memastikan dirinya terbebas dari Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono kepada wartawan di kantornya, Senin (14/9). Dari banyak kasus warga terpapar virus tersebut, ternyata dari sumber penularan pelaku perjalanan jauh. Seperti klaster hajatan di Kebakkramat, dan klaster Gowa.

Saat ini, Juliyatmono yang juga Bupati Karanganyar menginstruksi pemerintah kecamatan desa dan aparatnya untuk memantau pergerakan para pelaku perjalanan jauh saat berada di Karanganyar. Diprediksi, bakal terjadi eksodus warga Jabodetabek ke daerah pascapemberlakuan PSBB DKI Jakarta.

"Saya perintahkan camat, kades, kadus pak rt dan rw supaya mencermati pendatang. Terutama yang baru saja tiba bepergian dari jarak jauh. Disiplinkan mereka. Jangan kemana-mana sebelum memastikan dirinya sehat," katanya.

Terkait kemungkinan eksodus dari Jabodetabek, utamanya pemudik, penyekatan belum perlu dilakukan. Biasanya, aparat Dishub menyekat pemudik sejak di terminal dan stasiun KA.  

Lebih lanjut Juliyatmono mengatakan tidak akan mengirim bantuan logistik ke warganya yang merantau di Ibu Kota selama PSBB. Ia meyakini hal itu sudah dipikirkan pemerintah provinsi DKI Jakarta.

"Perantau sudah terkoordinasi dengan baik. Gubernur DKI pasti memikirkan supaya mereka bertahan hidup," katanya.

Sementara itu hingga Ahad (13/9), tercatat 46 warga positif Covid-19 di Karanganyar dengan 279 kontak erat. Terdapat tambahan empat warga meninggal dunia terpapar Covid-19, dimana semuanya manula yang memiliki penyakit bawaan. 

118