Home Milenial 5 Guru Positif Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Ditunda

5 Guru Positif Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Ditunda

Cilacap, Gatra.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap memutuskan untuk menunda uji coba belajar tatap muka yang sedianya dilakukan usai Cilacap berkategori zona kuning. Penundaan dilakukan setelah lima guru di sebuah sekolah positif tertular Covid-19.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Cilacap, Kastam mengatakan paparan Covid-19 di tenaga pendidik itu menunjukkan bahwa risiko penularan Covid-19 masih tinggi. Karenanya, belajar tatap muka belum bisa digelar dalam waktu dekat ini.

“Ya kita memantau hasil terakhir. Jadi siklus kita di zona kuning atau zona oranye. Kalau sampai oranye ya kita harus menunggu lagi,” katanya, dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (17/9).

Dia menjelaskan, penundaan uji coba atau piloting sekolah tatap muka dengan protokol khusus juga dilakukan lantaran kini sekolah di Cilacap sedang ujian tengah semester (UTS). Perubahan dari UTS di rumah dengan UTS di sekolah dikhawatirkan akan mengganggu konsentrasi siswa.

Di sisi lain, Kastam juga mengklaim dinas pendidikan sebenarnya telah mengantongi izin dari Bupati Cilacap untuk menggelar uji coba sekolah tatap muka. Namun, dalam izin itu juga disyaratkan protokol ketat dan kondisi memang sudah memungkinkan.

“Itulah yang sulit. Ketika sudah kelihatan sudah aman. Tiba-tiba, ada lagi,” ujarnya.

Kastam menegaskan uji coba sekolah tatap muka terus dilakukan. Dinas pendidikan sudah melakukan identifikasi sekolah yang siap melakukan tatap muka dengan protokol khusus. Kesiapan itu terkait dengan ketersediaan infrastruktur pendukung, seperti tempat cuci tangan, pengukur suhu tubuh, penggunaan masker, izin orang tua dan lain sebagainya.

Kastam mengungkapkan lima guru di sebuah sekolah di wilayah Kesugihan, Cilacap terkonfirmasi Covid-19. Semula, salah satu guru tertular dari anggota keluarganya yang bekerja di Jakarta. Kemudian, guru perempuan tersebut menularkan kepada rekan guru lain di sekolah yang sama.

“Sekarang kan masih belajar jarak jauh. Tapi guru di sekolah tetap masuk. Ya kita tetap melayani pembelajaran daring, luring, dan lain sebagainya. Guru tetap datang. Sementara siswa tetap di rumah,” jelasnya.

384

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR