Home Ekonomi Restoran Terapung, Titik Balik Kebersihan Sungai Siak

Restoran Terapung, Titik Balik Kebersihan Sungai Siak

Pekanbaru, Gatra.com - Setiap tahun, Pemerintah Kota Pekanbaru, Riau kerap direpotkan dengan persoalan bentangan Sungai Siak, sungai yang membelah dua kota itu menjadi dua tepian. Sungai ini seringkali mengikis citra bersih Kota Bertuah, lantaran terpapar limbah rumah tangga. 
 
Pada Sabtu (3/10) di aliran sungai tersebut berlayar restoran terapung, Quantung Cruise. Keberadaan kapal tersebut diyakini menjadi titik balik upaya masyarakat di bantaran sungai, mengerem tumpahan sampah menuju sungai, atau lebih peduli kepada kebersihan sungai. 
 
Aherson, pemilik Quantung Cruise, mengatakan untuk menjaga kebersihan di bentangan Sungai Siak, rasa memiliki harus dimiliki masyarakat. Dilain pihak, pemerintah kota juga perlu memberikan nilai tambah terhadap kehidupan di bantaran sungai. 
 
"Itu sebabnya saat ini saya tidak mau bicara untung. Sebab yang prioritas saat ini bagaimana masyarakat merasa tergerak menjaga kebersihan sungai," katanya Minggu (4/9).
 
Kata Aherson, untuk menjaga kebersihan sungai, masyarakat yang tinggal dipinggiran sungai harus terdorong untuk melakukan sesuatu. 
 
"Bila sungai bersih, tentu orang akan tetarik melakukan beragam aktivitas, dengan sendirinya ada giat ekonomi yang juga akan membantu kehidupan masyarakat di pinggiran sungai. Selama ini sungai hanya dipandang sebagai alur transportasi semata, bukan wisata. Sedangkan kalau untuk wisata, kebersihan sungai menjadi penting karena itu akan mempengaruhi kenyamanan,"tekannya.
 
Bukan perkara muda menjaga kebersihan Sungai Siak. Sebab sejumlah anak sungai yang mengalir jauh ke tengah kota, telah menjadi saluran untuk mengirim sampah rumah tangga ke induk sungai. Jika tidak ada perubahan dalam waktu dekat, maka Sungai Siak yang membelah kota Pekanbaru bakal menjadi penuh sampah. Terlebih, jumlah penduduk kota Pekanbaru sudah mencapai 1 juta jiwa, yang berarti jumlah sampah juga membludak. 
 
Sebut Aherson, untuk mencegah hal tersebut maka perlu tindakan pencegahan. Tindakan itu menurutnya dapat dilakukan oleh masyarakat, pelaku usaha dan pemerintah. Belakangan pemerintah kota berencana memasang jaring dimuara anak sungai. 
 
"Jaring-jaring itu yang akan menahan sampah tak masuk ke induk sungai. Tapi kalau ingin dapat lebih banyak perhatian dari pemerintah, masyarakat di bantaran sungai tentu juga harus menunjukan keinginan menjaga kebersihan sungai," jelasnya. 
 
Adapun Sungai Siak memiliki panjang lebih kurang 300 kilometer, melintasi Kota Pekanbaru, Kabupaten Siak, Kabupaten Kampar, dan bermuara ke Selat Malaka. Setiap alur memiliki tantangan tersendiri, mulai dari pencemaran limbah pabrik, abrasi, hingga limbah rumah tangga. 
 
Secara terpisah, pengamat perkotaan Mardianto Manan, menilai untuk menjaga kebersihan Sungai Siak khususnya yang melintasi kawasan perkotaan. Pemasangan jaring di muara anak sungai, hanya satu opsi menahan sampah masuk ke sungai. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, ia menyarankan adanya desain bangunan yang ramah pada sungai. 
 
"Caranya menjadikan halaman depan rumah mengarah ke sungai. Nah, selama ini banyak rumah di pinggiran  sungai menjadikannya halaman belakang. Kalau sudah dijadikan halaman belakang, orang tentu tidak malu buang sampah," tutupnya.
409