Home Info Satgas Covid-19 Memacu Bakat Anak di Masa Pandemi

Memacu Bakat Anak di Masa Pandemi

638

Jakarta, Gatra.com - Dewi Alfian seorang ibu dari putri yang kini duduk di kelas VIII SMP bekisah, selama masa pandemi Covid-19 ini, anak-anaknya sempat merasa bosan sebab, mereka tak bisa kemana-mana untuk bermain.

Kemudian, saat di rumah untuk menyiasati rasa bosan pada anak, ia membebaskan putra-putrinya untuk melakukan hal apa saja, asalkan bersifat positif. Apalagi kata Dewi hal yang dilakukan itu merupakan kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat anak.

Misalnya, anak-anaknya yang selalu berada di rumah ini gemar bernyanyi atau melukis. "Selagi postif saya sangat mendukung untuk anak memgembangkan bakatnya," kata Dewi berkisah dalam bincang Minggu pagi (4/10) yang disiarkan dari Graha BNPB, Jakarta.

Nah, kebetulan putrinya yang bernama Anabelle itu hobi bernyanyi. Terlebih dalam masa pandemi ini ia mengikuti challenge dari seorang produser drama musikal anak bertajuk "Cerita dalam lagu", untuk terlibat di dalamnya.

"Awalnya sih, anak saya tau dari instagram," kata Dewi berkisah. Maka dalam masa pandemi ini, putrinya, Anabelle merasa gembira ikut terlibat dalam kegiatan drama musikal ini.

Kisah yang dituturkan Dewi merupakan cara kreatif orang tua dalam mendukung bakat anak, ketika masa pandemi yang sudah berlangsung selama lebih dari 7 bulan ini. Agar anak-anak tetap gembira serta bisa mengembangkan bakatnya.

Sementara, Seto Mulyadi, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPAI), yang hadir secara virtual dalam bincang pagi itu mengatakan, dalam menyiasati perubahan situasi, setiap orang punya daya adaptasi dan kemampuan menyesuaikan diri untuk beradaptasi. Karena situasinya berubah, orang tua juga mesti berani berubah.

Kata pria yang biasa disapa Kak Seto ini mengatakan, dalam menghadapi situasi yang berubah karena pandemi saat ini, orang tua juga harus berubah. Dalam artian berubah untuk lebih tenang, lebih sabar,lebih gembira gembira, lebih kreatif dan lebih penuh rasa syukur, dan lain sebagaianya.

Dengan begitu, kita memosisikan menjadi sahabat anak-anak saat di rumah. Jangan memosisikan sebagai bos di hadapan anak-anak. Orang tua harus gembira saat bertemu dengan teman-temannya.

Jika di rumah orang tua memosisikan sebagai bos, hanya sebagai komandan yang hanya bisa memerintah saja, lama-lama anak-anak tidak akan betah.

Untuk itu, anak-anak, terlebih bagi anak remaja, jika orang tua biasa disebut bokap-nyokap, maka  anak mesti bisa bilang: "Bokap dan nyokap gue banget deh," kata Kak Seto.

Jadi orang tua harus bisa mengerti perasaan anak. Orang tua harus bisa berteman serta menjadi sahabat bagi anak saat di rumah.

Dengan begitu, anak tidak bosan dan bisa berdiskusi dengan orang tua. "Jadi anak nyaman di rumah," ujarnya.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS