Home Info Satgas Covid-19 Saat Pandemi, Jangan Takut Membawa Anak untuk Imunisasi

Saat Pandemi, Jangan Takut Membawa Anak untuk Imunisasi

198

Jakarta, Gatra.com - Selain memaparkan perkembangan pasien sembuh di Indonesia yang mengalami peningkatan, Juru Bicara Satgas Covid-19, dr. Reisa Brotoasmoro juga memberikan sejumlah keterangan kepada pers soal upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat untuk menghindari penularan Covid-19 di Indonesia.

dr. Reisa Brotoasmoro dalam keterangannya di Istana Negara, Senin (5/10), juga mengatakan, selain vaksin Covid-19 dan upaya tindakan pencegahan penularan, pemerintah juga sedang menyiapkan program vaksinasi secara bertahap untuk melindungi masyarakat.

Jenis vaksin yang dimaksud Reisa adalah seperti vaksin cacar, BCG, TT, DPT, polio, measles, Hepatitis B, DPT/HB, DPT -HB-HIB, IPV dan HPV, PCV, JE dan Campak Rubella. “Keberhasilan (vaksinasi) ini bukan hanya di Indonesia tetapi juga di berbagai negara belahan dunia,” kata Reisa.

"Yang pertama dan paling penting ialah imunisasi dasar lengkap. Ada sekitar 800 ribu anak-anak di Indonesia yang belum lengkap imunisasi dasarnya. Harus kita atasi, karena imunisasi dasar lengkap adalah hak anak-anak kita, kewajiban kita memastikan mereka mendapatkannya," jelas Reisa.

Rincian jumlahnya, ia menyebut ada 836.993 anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap. Yang dimaksud imunisasi dasar lengkap ialah imunisasi Hepatitis B (HB-0) untuk bayi berusia kurang dari 24 jam.

Imunisasi BCG dan Polio 1 untuk bayi usia 1 bulan. Lalu DPT-HB-HIB 1, Polio 2 dan Rotavirus untuk bayi usia 2 bulan. Imunisasi DPT-HB-HIB 2 dan Polio 3 untuk bayi usia 3 bulan, DPT-HB-HIB 3, Polio 4, IPV atau Polio Suntik dan Rotavirus untuk bayi usia 4 bulan. Serta imunisasi campak atau MR untuk bayi usia 9 bulan.

Reisa menyadari di masa pandemi ini masih banyak orang tua yang takut membawa anaknya imunisasi ke rumah sakit atau Posyandu. Hal itu disebabkan banyaknya berita hoaks yang beredar di media sosial dan mempengaruhi masyarakat.

"Kami tegaskan lagi bahwa Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, klinik dan pos imunisasi lainnya telah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dan tetap memberikan pelayanan selama masa pandemi," saran Reisa.

Imunisasi dasar lengkap pada anak katanya bertujuan mencegah agar tidak terjadinya wabah penyakit lain. Dan ia mengingatkan jangan lupa untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat saat membawa anak ke pusat pelayanan imunisasi.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS