Home Kebencanaan KAI Purwokerto Waspada Bencana Akibat Pengaruh La Nina

KAI Purwokerto Waspada Bencana Akibat Pengaruh La Nina

Banyumas, Gatra.com – PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (daop) 5 Purwokerto mewaspadai meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor di jalur kereta akibat meningkatnya curah hujan yang dipengaruhi oleh fenomena La Nina pada awal musim hujan kali ini.

Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto, Supriyanto mengatakan berdasar informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) awal musim hujan ini lebih basah dari biasanya dan memicu meningatnya curah hujan hingga cuaca ekstrem.

Akibatnya, muncul risiko bencana, terutama di titik rawan banjir dan longsor. Pasalnya, jalur kereta di wilayah ini terdiri dari perbukitan dan juga dataran rendah. Di perbukitan, jalur rawan terdampak longsor. Adapun di dataran rendah, banjir rendaman mengancam jika terjadi hujan intensitas tinggi dalam durasi lama.

“Musim hujan kali ini diprakirakan lebih basah atau lebih banyak hujan karena adanya fenomena La Nina. Oleh karena itu, kami meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan adanya bencana hidrometerologi di jalur rel yang dapat mengganggu perjalanan KA,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi bencana, Daop 5 mengerahkan personel untuk memantau wilayah daerah rawan bencana selama 2x24 jam. Dengan begitu, bencana sekecil apapun yang mengganggu perjalanan kereta bisa diketahui dan diantisipasi sedini mungkin.

“Antisipasi dengan mengoptimalkan seluruh personel yang ada di Daop 5 Purwokerto,” ucap Supriyanto.

Dia juga menjelaskan, petugas PT KAI juga telah membersihkan saluran air, tebing, dan memantau aliran-aliran sungai yang dilewati jalur rel kereta api untuk mengurangi risiko kemungkinan terjadinya longsor dan banjir.

Sebelumnya, BMKG memperkirakan musim hujan di wilayah Cilacap bagian selatan berlangsung mulai dasarian pertama Oktober. Sedangkan wilayah Cilacap bagian barat dan tengah serta Kabupaten Banyumas dan sekitarnya akan berlangsung pada dasarian kedua Oktober. Akan tetapi, kini hujan telah merata dengan intensitas sedang hingga tinggi.

99