Home Info Satgas Covid-19 ASN Pelanggar Prokes Dihukum Lebih Berat

ASN Pelanggar Prokes Dihukum Lebih Berat

124

Karanganyar, Gatra.com - ASN pelanggar protokol kesehatan (prokes) bakal dihukum lebih berat dibanding warga sipil. Jika abai masker, hukumannya bisa mengenakan penutup kepala sampai berhari-hari. 

"Perlu ada sanksi tambahan bagi ASN [abai prokes]. Tidak pakai masker, kita suruh pakai masker sampai menutupi kepalanya hingga berhari-hari," ujar Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Karanganyar, Juliyatmono, kepada wartawan, Selasa (6/10). 

Sanksi lebih berat bagi ASN pelanggar prokes dinilai cukup adil. Selaku panutan masyarakat, seharusnya ASN memberi contoh baik. Namun, malah menerabas aturan. 

Sejauh ini, pelanggaran prokes terutama abai masker telah diterapkan. Dendanya Rp20 ribu per orang namun diganti dua lembar masker. Juliyatmono mengatakan, denda tersebut bersifat pilihan. Jika pelanggar tak punya duit, bisa menebus dengan sanksi sosial, seperti menghafal Pancasila, menyanyikan lagu kebangsaan, dan lainnya. 

"Pemerintah bukan bermaksud mencari duit dengan cara penjatuhan denda abai masker. Tapi mengedukasi bahwa 3M itu kebutuhan. Memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," katanya. 

Sanksi bagi ASN tersebut juga tak boleh berupa denda uang dengan nominal tertentu. Sekadar informasi, operasi masker oleh Satpol PP dan aparat gabungan menjaring 19 pelanggar pada Senin (5/10). Dua di antaranya ASN, sedangkan sisanya pekerja swasta. 

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS