Home Ekonomi Hasil Survei: ASEAN Kawasan Peluang Ekonomi Terbaik

Hasil Survei: ASEAN Kawasan Peluang Ekonomi Terbaik

Jakarta, Gatra.com - Badan utama untuk bisnis-bisnis Eropa di ASEAN, EU-ASEAN Business Council baru-baru ini menerbitkan Survei Sentimen Bisnis tahunan edisi Keenam. Chairman EU-ASEAN Business Council, Donald Kanak mengatakan hasil survei kali ini mengkonfirmasi bahwa ASEAN masih dipandang sebagai kawasan peluang ekonomi terbaik.

“Namun seperti yang sudah diprediksikan selama krisis Covid-19, prospek peningkatan perdagangan dan investasi menunjukkan tanda-tanda melemah,” ujar Donald Kanak dalam keterangan resminya, Kamis (8/10).

Ia menyatakan termasuk ke dalam survei sentimen bisnis tahun ini adalah pertanyaan seputar kawasan yang dinilai berpotensi menarik lebih banyak investasi pada rantai pasokan pada era pasca Covid-19. ASEAN berada di posisi teratas, namun kawasan Eropa dan Tiongkok dinilai memiliki potensi serupa.

“Hampir setengah dari responden mengharapkan adanya penataan ulang rantai pasok setelah pandemi Covid-19. Hal ini tentunya membuat hal-hal yang perlu diselesaikan dalam integrasi ekonomi ASEAN dan kemajuan dalam fasilitas perdagangan menjadi sangat penting demi pemulihan ekonomi ASEAN dari keterpurukan ekonomi,“ ujar Donald.

Hasil survei menurutnya membawa pesan yang jelas bahwa pelaksanaan Integrasi Ekonomi ASEAN saat ini sedang berada dalam masa jeda. Oleh karenanya penting bagi ASEAN termasuk negara anggotanya untuk mempercepat langkah mereka agar bisa mencapai poin-poin komitmen yang tertuang dalam AEC Blueprint 2025.

“Saat ini kalangan pebisnis Eropa sedang melakukan penyesuaian strategi bisnis agar sesuai dengan kondisi lingkungan lokal ketimbang menunggu adanya kemajuan yang substansial dari integrasi ekonomi kawasan,” katanya.

Executive Director EU-ASEAN Business Council, Chris Humphrey menyebutkan para pelaku bisnis Eropa juga khawatir mengenai kurangnya perkembangan FTA (Perjanjian Dagang Bebas) lebih lanjut dalam kawasan ASEAN terutama pembicaraan mengenai FTA antar kawasan (Uni Eropa dan ASEAN) yang dinilai lebih memberikan banyak keuntungan daripada FTA bilateral.

“Secara nyata para pebisnis Eropa menginginkan Komisi Eropa untuk mempercepat laju negosiasi dan keterlibatan Uni Eropa dengan Asia Tenggara,“ pungkasnya.

 

Poin kunci dari survei EU-ASEAN Business Council Tahun 2020 meliputi:

• 56% bisnis Uni Eropa mempunyai rencana untuk mengembangkan operasi di kawasan ASEAN. Angka ini sedikit menurun dari 61% di tahun 2019 lalu

• 74% responden yang berdomisili di Indonesia memiliki rencana ekspansi

• 53% responden melihat ASEAN sebagai kawasan dengan kesempatan ekonomi terbaik, di mana tahun 2019 lalu angka tersebut adalah sebesar 63%

• 47% responden mempertimbangkan kemungkinan penataan kembali rantai pasokan pasca pandemi dengan ASEAN, Eropa, dan Tiongkok sebagai wilayah-wilayah destinasi utama

• 73% responden berharap para pelaku bisnis dapat mengembangkan tingkat perdagangan dan investasi mereka di ASEAN dalam lima tahun ke depan, menurun dari tahun 2019 lalu yang sebesar 84%

• Dari 6% di tahun 2019, tahun ini hanya 2% responden yang merasa bahwa Integrasi Ekonomi ASEAN mengalami kemajuan cukup pesat

• Sebanyak 4% responden berpendapat bahwa prosedur bea cukai ASEAN cepat dan efisien, menurun dari 8% tahun lalu

• Menurun dari 78%, tahun ini 62% responden melaporkan bahwa para pelaku bisnis menghadapi banyak tantangan pada penggunaan rantai pasok yang efisien di ASEAN.

• 98% responden menginginkan Uni Eropa untuk mempercepat negosiasi perjanjian dagang bebas atau FTA dengan ASEAN, serta negara-negara anggotanya. Angka ini mengalami kenaikan dari 96% di tahun lalu

458