Home Info Satgas Covid-19 Klaster Keluarga Marak, Warga Harus Terapkan Prokes di Rumah

Klaster Keluarga Marak, Warga Harus Terapkan Prokes di Rumah

148

Slawi, Gatra.com - Kasus Covid-19 klaster keluarga di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah terus meningkat. Masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan (prokes) meski berada di rumah dan mewaspadai keluarga yang datang dari luar kota sebagai upaya pencegahan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji mengatakan, banyaknya kasus positif Covid-19 dari klaster keluarga salah satunya karena masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan saat berada di rumah.

"Kalau di luar mungkin pakai masker, tapi di rumah kan dia buka masker, sekamar dengan anggota keluarga lain. Padahal dia habis dari luar kota dan tidak tahu kalau dia orang tanpa gejala," kata Hendadi, Jumat (9/10).

Hendadi mencontohkan salah satu kasus klaster keluarga yang muncul di Desa Sindang, Kecamatan Dukuhwaru. Terdapat enam orang yang terpapar Covid-19 dari anggota keluarga yang baru pulang dari luar kota.

"Kasus di Sindang itu ada yang dari Jakarta. Keluarganya tidak tahu kalau anak itu membawa virus. Di rumah dia menulari ibunya. Ibunya ini nulari lagi ke yang lain," ujarnya.

Kemungkinan penyebab lainnya, lanjut Hendadi, adalah adanya anggota keluarga yang tertular Covid-19 dari orang tanpa gelaja saat mengikuti acara dengan komunitasnya di luar rumah. Saat pulang ke rumah, anggota keluarga itu lalu menularkan ke keluarganya.

"Untuk itu, kalau ke luar rumah itu harus selalu taat protokol kesehatan, karena sekarang itu penularannya hampir merata. Tidak menutup kemungkinan sudah masuk ke komunitas kita. Kalau orang tanpa gejala kan susah dideteksi kalau tidak dites, walaupun dia bawa virus," ucapnya.

Hendadi juga meminta agar masyarakat mendeteksi risiko kontak dengan anggota keluarga yang baru pulang dari luar kota, utamanya dari daerah episentrum penyebaran Covid-19. Apalagi banyak warga Kabupaten Tegal yang merantau ke luar kota seperti berjualan martabak atau memiliki usaha warteg.

"Yang merantau ke Jakarta itu banyak yang bolak-balik. Mereka juga diharapkan jangan pulang dulu karena keadaannya seperti ini. Kalaupun terpaksa pulang, selama di perjalanan harus menerapkan protokol kesehatan ketat, juga ketika sudah sampai di rumah lalu periksa ke layanan kesehatan setempat," ucapnya.

Hendadi menambahkan, faktor lain penyebab munculnya klaster keluarga yakni ketidakmauan keluarga atau kontak erat pasien positif Covid-19 ketika dilakukan tracing dan tes swab. Padahal langkah itu penting untuk mendeteksi dan memutus rantai penularan.

"Kalau tidak mau diswab karena takut atau tidak mau begitu kan susah kami mau mengendalikan penularannya. Jadi mohon kooperatif, mohon kami dibantu untuk keluarga dan kontak erat pasien positif untuk mau diswab," ujar dia.

Diberitakan sebelumnya, kasus Covid-19 dari klaster keluarga di Kabupaten Tegal terus meningkat. Klaster penularan ini kembali menyumbang 57 kasus baru, pada Jumat (9/10).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Tegal, Joko Wantoro mengatakan, 57 orang terpapar Covid-19 dalam tiga hari terakhir. Penambahan kasus baru itu menjadikan jumlah kasus sudah mencapai 415 orang.

"Penambahan kasus baru Covid-19 ini masih didominasi klaster keluarga ataupun kontak erat dari pasien Covid-19 sebelumnya," kata Joko.

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS