Home Ekonomi Solok Kembali Dapat Anggaran Keserasian Sosial Rp150 Juta

Solok Kembali Dapat Anggaran Keserasian Sosial Rp150 Juta

Solok, Gatra.com – Dinas Sosial Kota Solok, terapkan program keserasian sosial di Banda Bong, Kelurahan Tanah Garam, Kota Solok, Sumatra Barat (Sumbar).

Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Zulfadli mengatakan program keserasian sosial adalah pencegahan dini terhadap potensi konflik di tengah-tengah masyarakat, dalam upaya memberikan kenyamanan bagi masyarakat dalam menikmati fasilitas umum. Dalam program keserasian sosial ini pemerintah memberikan anggaran Rp150 juta.

"Anggaran itu bisa digunakan untuk kegiatan fisik seperti pembangunan gedung/balai serbaguna keserasian sosial, pembangunan/rehabilitasi sarana ibadah, pembuatan jalan setapak penghubung desa, sarana air bersih, saluran untuk pembagian irigasi, sarana dan lapangan olah raga, sarana pemakaman, penerangan desa, dan pembangunan pos keamanan lingkungan," kata Zulfadli.

Baca Juga: Keluhkan Proyek KCIC, Warga Cimahi Kirim Surat Kepada Luhut

Program ini sesuai dengan terbitnya surat dari Plt. Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Kemenso RI No : 746/3.2/BS.01.02/9/2020 perihal Penyaluran Bantuan Keserasian Sosial Tahun 2020. Saat ini Kota Solok mendapatkan program keserasian sosial untuk dua Forum Keserasian Sosial (FKS) yang ada di Kota Solok. Selain Kota Solok, ada empat kota/kabupaten lain yang juga mendapat anggaran.

Sebelumnya Kota Solok hanya mendapat satu kegiatan keserasian sosial yaitu untuk FKS Banda Bong Tanah Garam. Tetapi karna adanya koordinasi dan semangat forum yang sungguh- sungguh, maka pemerintah pusat memberikan perhatian dan kepercayaan dengan menambah satu lagi program keserasian sosial untuk FKS Rawang Gumanta. Pengusulan proposal FKS Rawang Gumanta, dikirim pada tahun berjalan dengan waktu tunggu proposal kurang 2 bulan.

Ketua FKS Rawang Gumanta, Herman menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan pemerintah yang telah mempercayai pelaksanan kegiatan keserasian sosial. "Kami juga mengapresiasi masyarakat yang masih mempunyai jiwa kebersamaan dalam gotong-royong. Semoga jiwa gotong-royong ini selalu menjadi jati diri kita bersama, sehingga mempermudah setiap kegiatan di nagari," tutupnya.

328