Home Politik Cegah Tumpukan Massa, Debat Paslon Labuhanbatu Pindah Medan

Cegah Tumpukan Massa, Debat Paslon Labuhanbatu Pindah Medan

Labuhanbatu, Gatra.con - Pelaksanaan debat kandidat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Labuhanbatu tahun 2020 akan dilaksanakan di salahsatu stasiun televisi swasta di Medan, Provinsi Sumut.
 
Pasalnya, menurut Kordiv SDM dan Parmas KPU Labuhanbatu, Zafar Siddik Pohan, Rabu (4/11) menjelaskan, penetapan lokasi merupakan upaya meminimalisir pengumpulan massa atau kerumunan pada lokasi debat agar tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.
 
Pelaksanaan debat yang direncanakan akan dilaksanakan pada Senin tanggal 9 Nopember 2020 sejak pukul 13.00 hingga 15.00 WIB dan disiarkan secara live itu, juga merujuk regulasi tentang pedoman teknis pelaksanaan kampanye tahun 2020.
 
Nantinya saat pelaksanaan, lanjut Zafar Siddik Pohan, diberlakukan pembatasan ekstra standar protokoler kesehatan pencegahan Covid-19, misalnya membatasi jumlah undangan yang hadir pada kegiatan debat visi dan misi Paslon.
 
Sesuai keputusan, nantinya peserta yang berada dalam ruangan debat maksimal hanya 37 orang dengan perincian 10 orang Cabup dan Cawabup (5 Paslon), 2 Bawaslu, 20 orang tim kampanye masing-masing Paslon (4 orang setiap Paslon) dan 5 orang komisioner KPU.
 
"Selanjutnya, kami memaksimalkan kegiatan debat publik melalui media online. harapannya agar semua masyarakat Labuhanbatu dapat menyaksikannya secara baik," ujar Zafar.
 
Terpisah, pelaksanaan debat publik yang digelar tidak di Kabupaten Labuhanbatu terkesan menjadi pandangan negatif terhadap KPU. Meski harus menekankan penerapan protokoler, pelaksanaan uji coba kemampuan semua Paslon, layaknya dilaksanakan di daerah pencalonan.
 
Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat atau JPPR (JPPR) Kabupaten Labuhanbatu, Rovi Suhendro misalnya, menegaskan harusnya debat publik digelar di Labuhanbatu, karena pilkadanya di bukan di Medan
 
"Iya, KPU harusnya memfasilitasi pelaksanaan debat kandidat di kota Rantauprapat, walaupun pelaksanaannya secara virtual. Setidaknya perwakilan masyarakat dapat melihat secara langsung," ujarnya.
 
Alasan pembatasan peserta, sambung Rovi, merupakan bukan sebuah pandangan yang logika. Sebab, KPU sendiri dapat melaksanakannya di Rantauprapat dengan protokol kesehatan yang ketat. "Kurang afdhollah, Pilkada Labuhanbatu, kok debatnya di Medan," terangnya keheranan.
986