Home Gaya Hidup Balai TNGM Baru Buka Wisata Jurang Jero, Sleman Belum

Balai TNGM Baru Buka Wisata Jurang Jero, Sleman Belum

Sleman, Gatra.com - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) baru membuka destinasi wisata Jurang Jero di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, sejak terjadinya pandemi corona. Mitigasi bencana terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang meningkat pun telah disiapkan. 

Kepala Balai TNGM, Pujiati, mengatakan, TNGM termasuk 29 Taman Nasional dari total 54 Taman Nasional di Indonesia mulai dibuka pada masa pandemi ini. Namun, sampai saat ini baru kawasan Jurang Jero saja yang baru dibuka untuk wisatawan. 

"Kami sudah mendapat restu dari Jakarta [pemerintah pusat]. Kami belum bisa membuka kembali [semuanya], yang kami buka adalah objek wisata alam Jurang Jero di Magelang," katanya dalam dalam Webinar Mitigasi dan Rencana Kontingensi Merapi di Masa Pandemi yang digelar BPTTKG pada Rabu (4/11).     

Puji mengatakan, objek wisata Jurang Jero tersebut sebelum dibuka telah dilakukan simulasi dan mendapatkan rekomendasi juga dari Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Magelang. Sedangkan lokasi wisata lain, seperti di Sleman, Klaten, maupun Boyolali yang masih di kawasan TNGM belum dibuka. 

Puji mengatakan, di kawasan Kaliurang, Sleman, memang telah mendapatkan rekomendasi juga dari Gugus Tugas Covid-19 Sleman. Namun karena belum lama ini diketahui ada yang terkonfimasi positif Covid-19 maka tetap ditutup.  

"Kemarin kami sudah dapat rekomendasi dari Gugus Tugas Covid-19 Sleman untuk membuka. Namun kemarin sempat ada yang positif Covid di Kaliurang, jadi tidak jadi kami buka," katanya. 

Puji mengatakan, termasuk pendakian ke Merapi masih ditutup sejak Mei 2018 silam. "Kegiatan pendakian ke Merapi juga ditutup sejak Mei 2018. Jadi dalam radius tiga kilometer dari puncak, tidak ada aktivitas manusia," katanya. 

Puji menyampaikan, di objek wisata yang telah dibuka itu sudah disediakan sarana seperti cuci tangan untuk menjalankan protokol kesehatan. Termasuk pula jalur evakuasi, maupun titik kumpul dalam menghadapi bencana erupsi Merapi. 

"Kami sudah menyiapkan SOP untuk evakuasi. Untuk kawasan wisata, kami sudah membuat jalur evakuasi. Jadi arah petunjuk evakuasi sudah kami buat, sudah menyiapkan titik kumpul. Setiap objek wisata sudah kami siapkan," katanya. 

Puji mengatakan, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta ketika akan melakukan suatu kegiatan. "Kami selalu koordinasi. Jadi misal mau nanam [pohon] di sini, aman tidak," katanya. 

Sementara itu, Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida, mengatakan, pihaknya pun juga terus melakukan koordinasi dengan Balai TNGM ketika ingin menambah alat pemantauan Merapi. "Kami pun juga koordinasi," ungkapnya. 

Hanik mengatakan, aktivitas Merapi memang cendurung meningkat beberapa hari belakangan ini. Namun statusnya masih tetap di level II atau Waspada. 

"Masih waspada, tapi kami evaluasi terus. Itu status tentunya berdasarkan data-data yang kami miliki. Dalam waktu dekat juga bisa [berubah statusnya], kita tunggu saja," ucapnya.

161