Home Politik Siaran Debat di Medan Tak Terjangkau, KPU Andalkan Medsos

Siaran Debat di Medan Tak Terjangkau, KPU Andalkan Medsos

Labuhanbatu, Gatra.com - KPU Kabupaten Labuhanbatu memutuskan pelaksanaan debatvisi dan misi lima Paslon Cabup dan Wabup dilaksanakan di Medan, Sumut pada tanggal 9 Nopember mendatang.

Guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan kemampuan masing-masing Cabup dan Wabup tersebut, KPU memilih salahsatu stasiun televisi swasta nasional untuk penayangan langsungnya.

Namun sayang, diperkirakan, sebagian besar masyarakat Kabupaten Labuhanbatu tidak akan dapat melihat jagoannya dalam menyampaikan visi dan misinya. Pasalnya, jaringan televisi tersebut hanya mampu dilihat bagi perangkat televisi berbayar, sementara mayoritas warga siarannya mengandalkan antena parabola.

Menurut sejumlah warga, jika melihat sebaran pengumuman jadwal penayangan debat Paslon yang disebar KPU melalui media sosial, tayangan live itupun hanya mampu dibuka oleh perangkat Ultra High Frequency (UHF) yang merupakan gelombang elektromagnetik dengan frekuensi antara 300 MHz sampai 3 GHz.

Seperti yang disampaikan satu warga Rantauprapat, Budiman (54). Diketahuinya, untuk wilayah Rantauprapat selaku ibukota Kabupaten Labuhanbatu yang mencakup Kecamatan Rantau Utara dan Rantau Selatan, diperkirakannya hanya sebagian kecil televisi yang menggunakan jaringan UHF.

Belum lagi berbicara untuk akses siaran pertelevisian daerah kecamatan pesisir pantai, akan sangat sulit untuk menyaksikan siaran langsung debat Paslon itu. "Jangan wilayah pantai, sebagian kecil kecamatan daratan saja jumlahnya kecil, sisanya masih menggunakan parabola," ujarnya.

Hal senada diutarakan Kesuma Hasibuan (43). Kebijakan KPU menayangkan secara live melalui satu stasiun televisi tersebut, terkesan kurang efektif. Selain mengesankan memandang kultur masyarakat yang sulit untuk mematuhi aturan, juga dianggap melakukan tahapan yang terkesan kurang bermanfaat.

"Kita ketahui bahwa pelaksanaan debatnya di Medan karena menghindari tumpukan massa. Kesannya, masyarakat Labuhanbatu susah taati aturan. Sedihnya lagi, mau dilihat langsung pun, tidak dapat jangkauan televisi kita," paparnya.

Sementara, Ketua KPU Kabupaten Labuhanbatu, Wahyudi ditemui mengakui bahwa siaran televisi yang melaksanakan live itu, tidak akan terjangkau perangkat televisi masyarakat. Namun, untuk tetap memberikan informasi debat, pihaknya akan menyiarkan berulang-ulang di Facebook dan YouTube.

Selain live, nantinya juga stasiun swasta tersebut akan mempublikasikan dalam bentuk pemberitaan disemua group perusahaan televisi itu. "Iya memang, tidak bisa ditonton. Tapi akan diberitakan disemua media groupnya dan file live itu akan kita share melalui Facebook dna YouTube," akunya.

Ditambahkan Kordiv SDM dan Parmas KPU Labuhanbatu, Zafar Siddik Pohan. Pihaknya menyambut baik respon masyarakat terkait kegiatan debat publik sekaligus menyarankan agar masyarakat dapat menyaksikan secara live melalui siaran televisi lokal, media online,  facebook dan radio dan lainnya.

"Insyaallah bisa berjalan secara efektif dan dapat disaksikan oleh masyarakat Labuhanbatu khususnya," sebutnya terkesan kurang memahami bahwa jaringan siaran televisi yang akan live tidak akan terjangkau oleh perangkat parabola masyarakat.

388