Home Gaya Hidup Tari Li Tu Tu Tutup Indonesian Dance Festival 2020

Tari Li Tu Tu Tutup Indonesian Dance Festival 2020

Jakarta, Gatra.com – Rangkaian program pada festival tari kontemporer berskala internasional, Indonesian Dance Festival (IDF), berakhir hari ini, Sabtu (14/11). IDF2020.zip mengedepankan partisipasi publik dengan dua program Performances yang melibatkan publik melalui metode seleksi lalu workshop pada karya 1’59 Project Indonesia oleh Eun-Me Ahn (Indonesia) dan metode lomba partisipatori pada karya #SKJ2020 oleh Gymnastik Emporium. Selain pertunjukan rangkaian program festival ini juga berisi diskusi yang dibungkus dalam zip.Conversations.

Pada hari terakhir festival akan ada pertunjukan Li Tu Tu dari Ayu Permata Sari. Karya Li Tu Tu (kependekan dari Lingkaran Tunggu Tubang) terinspirasi dari motif gerak tangan tari Kuadai, yaitu melempar piring (motif A) dan motif gerak ibu jari tangan yang menumpu piring ukuran kecil (motif B). Tari Kuadai merupakan tari tradisi asal suku Semendo, suku yang secara historis berasal dari Sumatera Selatan, namun hingga kini menjadi salah satu suku di Lampung Utara.

Karya ini dicipta pertama kali pada 2018, telah dipentaskan di beberapa kota di Indonesia dan mengalami beberapa kali adaptasi. Tahun ini Li Tu Tu dipilih oleh tim kurator IDF2020.zip yang terdiri dari Arco Renz (Belgia), Agnesia Linda Mayasari, Nia Agustina, dan Rebecca Kezia (Indonesia).

Tari Li Tu Tu tutup Indonesia Dance Festival 2020, Sabtu (14/11). (Dok. IDF2020/fly)

 

“Seluruh karya dalam program Performances mencoba mencari cara terutama dalam proses bermigrasi dari pertunjukan luring ke daring, termasuk Li Tu Tu. Dari sini kita bisa melihat bahwa IDF2020.zip tidak sekedar mementaskan karya mapan begitu saja, tetapi juga mengajak seniman bersama-sama memikirkan strategi berkarya yang mungkin berbeda dengan proses-proses sebelumnya,” ujar Kurator IDF2020.zip, Rebecca Kezia dalam pernyataan yang diterima Gatra.com.

Dalam IDF2020.zip, Ayu berhadapan dengan publik yang belum pernah berinteraksi dengan karya ini sebelumnya. Adaptasi yang dilakukan pada Li Tu Tu kali ini adalah dengan mempertemukannya dengan perupa Hanafi dan sutradara teater Adinda Luthvianti di Studio Hanafi.

Karya Li Tu Tu hasil adaptasi ketiganya sudah ditampilkan secara luring dengan undangan yang terbatas. Setelah pertunjukan luring terbatas tersebut diadakan diskusi dengan para tamu undangan. Pertunjukan karya Li Tu Tu ini akan ditampilkan secara daring pada Sabtu, 14 November 2020 pukul 19:00 WIB di kanal Youtube Indonesian Dance Festival.

279