Home Kesehatan Puluhan Ribu Bayi Terkena Peradangan Paru Karena Infeksi

Puluhan Ribu Bayi Terkena Peradangan Paru Karena Infeksi

Mataram, Gatra.com- Kasus Pneumonia di NTB selama 2019 tercatat sebanyak 22.413 kasus. Rinciannya 12.162 kasus pada balita laki-laki dan 10.251 pada balita perempuan. Karena itu Pemprov NTB mengkampanyekan gerakan STOP Pneumonia pada anak meski pandemi covid-19 tengah melanda dan membatasi gerak semua pihak.

 

“STOP Pneumonia sendiri merupakan akronim dari gerakan aSi eksklusif selama enam bulan, menyusui ditambah MPASI sampai 2 tahun. Tuntaskan imunisasi untuk anak, obati ke fasilitas kesehatan jika anak sakit, dan Pastikan kecukupan Gizi anak dan hidup bersih serta sehat,” kata Ketua Tim Penggerak PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, Senin (16/11).

Dikatakan, pneumonia sendiri merupakan peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi. Pneumonia bisa menimbulkan gejala yang ringan hingga berat. Menurut Niken, kampanye tersebut dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan covid-19 yang ketat melalui Posyandu Keluarga yang menjadi program unggulan Provinsi NTB. Hal tersebut demi melindungi bayi dan anak dari serangan mematikan pneumonia.

Dikatakan, pneumonia juga erat kaitannya dengan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Di NTB pembinaan PHBS di 50 Desa Prioritas PKK yang bertujuan untuk Memotivasi keluarga untuk terus ber PHBS. Pelatihan Kader untuk Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam PHBS dikeluarga.

“Lomba PHBS di Kabupaten kota bertujuan untuk memotivasi pelaksanaan PHBS di Desa. Pembinaan PHBS di Sekolah untuk memotivasi siswa, guru agar tahu mau dan mampu mempraktikkan PHBS di sekolah. Pengadaan buku saku PHBS bagi kader untuk meningkatkan literasi kader dalam memotivasi masyarakat,” kata Niken.

Menurutnya, selain itu, selama pandemi, PKK menjalankan program maskerisasi khususnya pada anak bekerja sama dengan Pemprov NTB yang melahirkan PERDA NTB No. 7 TAHUN 2020 terkait kewajiban penggunaan masker. “Maskerisasi anak benar-benar menjadi kampanye yang terus kami lakukan,” tutup Niken.

97