Home Info Sawit Cerita Santri Sawit dan Percepatan PSR di Disbun Riau

Cerita Santri Sawit dan Percepatan PSR di Disbun Riau

309

Pekanbaru, Gatra.com - Zulfadli tak bisa menutupi rasa senangnya menengok kedatangan Asisten Staf Khusus Wakil Presiden (Wapres) bidang ekonomi dan kemiskinan, DR. Tri Chandra dan Sekretaris Pribadi Menteri Pertanian, Syaiful Bahri, ke kantornya, Dinas Perkebunan Riau, di kawasan jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru, Riau, Senin (16/11).

"Senang sekali kami bapak berdua datang, inilah Riau, provinsi yang sawitnya paling luas di Indonesia. Crude Palm Oil (CPO) kami di atas 8 juta ton per tahun," kata Kadis Perkebunan Riau ini saat menjamu tetamu tadi di ruang kerjanya.

Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Medali Emas Manurung, Sekjen DPP Apkasindo, Rino Afrino dan Ketua DPW Apkasindo Riau, Suher, hadir juga di ruangan itu.

Zul makin serius cerita, bahwa saat ini, 65 persen ekonomi masyarakat Riau ditopang oleh kelapa sawit.

Itulah makanya kata Zul, sawit jadi perhatian serius Pemerintah Riau, termasuk persoalan dan kendala yang dialami oleh petani kelapa sawit.

Mulai dari masih rendahnya capaian Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hingga kebun sawit yang masih dalam klaim kawasan hutan.

"Sampai hari ini capaian PSR kami masih di angka 8.250 hektar dari 24 ribu hektar target yang ada. Lalu, sekitar 1500 hektar kebun petani kami masih berada dalam klaim kawasan hutan," rinci Zul.

Zul buka-bukaan seperti itu lantaran tetamunya tadi memang sengaja terbang ke Riau untung urusan percepatan PSR, menjajaki Santri Sawit, hingga menengok tanaman sawit PSR yang dilaunching oleh Presiden Jokowi dan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko di kawasan Bagan Sinembah, Rokan Hilir (Rohil), Riau, dua tahun lalu.

Tanaman itu ditengok lantaran ada rencana Wapres, Ma'ruf Amin atau Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo akan menggelar panen perdana di lahan PSR tadi.

"Pak Wapres sangat paham soal PSR ini, sebab tujuannya untuk menghasilkan petani kampung dan tanaman sawit yang berkualitas, " kata Tri.

Itu pula makanya Wapres kata Tri, sangat berharap dukungan penuh Pemerintah Riau khususnya Disbun Riau terkait PSR sawit petani kampung itu. "Begitu juga dengan Santri Sawit tadi," ujarnya.

Memang kata Tri, soal santri sawit ini masih digodok di pusat, sebab ini ada kaitannya dengan Kementerian Agama khususnya yang membidangi koperasi pondok pesantren.

Soal percepatan PSR tadi, Syaiful Bahri juga berharap sama seperti Tri. Nah, soal apa-apa yang jadi kendala di Riau terkait petani kata Syaiful akan segera dia sampaikan kepada menteri.

Gulat dan Suher sendiri, sepemikiran bahwa kunci suksesnya PSR adalah lahan petani clear dari persoalan klaim kawasan hutan, info PSR sampai dan petani didampingi.

"Kami pengen membikin pusat informasi soal PSR, termasuk yang sudah berhasil. Biar petani yang selama ini ragu akan PSR itu, terpecut untuk ikut PSR," kata Gulat.

Rencana ini ditopang pula oleh Disbun Riau yang sudah akan membikin semacam gugus tugas percepatan PSR hingga ke desa-desa.


Abdul Aziz

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS