Home Info Satgas Covid-19 Bima Arya: Memadukan Ketegasan dan Kasih Sayang

Bima Arya: Memadukan Ketegasan dan Kasih Sayang

Jakarta, Gatra.com - Dalam menangani pandemi Covid-19 di Kota Bogor, Jawa Barat, Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku memadukan dua pola, yakni ketegasan dan kasih sayang.

"Ngegas mulu gak mungkin," kata Bima Arya dalam dialog publik yang dipandu oleh dr. Lula Kamal, di Graha BNPB, Jakarta pada Jumat (4/11) lalu.

Namun kata Bima Arya membiarkan terlalu sayang juga akan dianggap terlalu lemah. Oleh karena itu di Kota Bogor ia sangat yakin semua penyelesaian itu didasarkan pada edukasi.

Tidak mungkin rasanya, pihak Pemkot meminta sesuatu hal kepada masyarakat, tanpa didasari dengan edukasi. Selain edukasi hal lain adalah tentang kepatuhan. "Tarik ulur penting kiranya," kata Bima Arya.

Sebagaimana diketahui, Wali Kota Bima Arya merupakan survivor atau penyintas Covid-19. Bima Arya merupakan pasien 01 di Kota Bogor.

Pada Maret silam, sepulang dinas dari luar negeri memang Bima Arya merasakan dirinya kurang sehat, namun awalnya ia masih menganggap hanya demam biasa.

Setelah diberitahu oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bahwa hasil tes swab-nya positif Covid-19, ia langsung melakukan perawatan intensif untuk menjalani isolasi diri.

Padahal, kejadian pada pertengahan Maret itu ia masih memimpin rapat bersama Dinas Kesehatan dan Tim Kominfo soal ketidakpatuhan warga Bogor terhadap bahaya Covid-19.

Kala itu, masih dalam rapat tersebut, dengan tegas ia bilang, "Masa harus ada yang positif, biar orang Bogor ngerti bahwa Covid itu bahaya," kata Bima Arya. Syahdan, keesokan harinya hasil tes swab dinyatakan positif.

Di sela perawatan di rumah sakit, Bima Arya Pun bernazar, jika dirinya masih diberikan kesehatan, ia ingin diizinkan untuk tetap berada di depan bersama jajarannya menyelamatkan banyak warga Bogor terkait kesehatan.

Dan, hingga saat ini pun dirinya masih memimpin komando penanganan Covid-19 di Kota Bogor bersama tim. Meskipun, terkadang dampak akibat virus corona sesekali masih dirasakan hingga sekarang.

114