Home Info Satgas Covid-19 Pendekatan Budaya ala PGK untuk Disiplin Terapkan Prokes

Pendekatan Budaya ala PGK untuk Disiplin Terapkan Prokes

Jakarta, Gatra.com - Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (DPP PGK) membentuk Relawan Pilkada Sehat dan menggelar pawai budaya bertajuk "Pilkada Sukses, Terapkan Prokes. Masyarakat Sehat, Demokrasi Sehat" di Jakarta, Senin (7/12).

Koordinator Gerakan Pilkada Sehat DPP PGK, Dendi Budiman, menyampaikan pawai yang berlangsung di Bundaran Patung Arjuna Wijaya, itu untuk mengingatkan semua elemen, termasuk warga untuk menerapkan protokol kesehatan (Proses) pada Pilkada Rabu lusa (9/12).

Menurutnya, penerapan Prokes ini demi mencegah potensi penularan Covid-19 pada saat Pilkada berlangsung di sejumlah daerah di Indonesia. Terlebih, Pilkada kali ini sangat berisiko karena berlangsung di tengah pandemi Covid-19.

"Kita ingin gerakan Pilkada Sehat ini menjadi kesadaran bersama, bahwa memilih itu penting dan kesehatan masyarakat juga penting," ujarnya.

Menurut Dendi, adanya Relawan Pilkada Sehata yang dideklarasikan DPP PHK diharapkan dapat memberikan dampak nyata, yakni terwujudnya pilkada lancar, aman, damai, dan sehat serta menghasilkan pemimpin daerah yang serius membangun daerah.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PGK, Riyan Hidayat, dalam keterangan tertulis, menyampaikan, kegiatan ini dalam rangka mengampanyekan budaya mencegah penularan Covid-19, khususnya pada gelaran Pilkada lusa.

"Teman-teman dengan berpakaian adat dari 34 provinsi dan menggunakan bahasa daerah masing-masing mengajak masyarakat untuk membudayakan protokol kesehatan dalam kesehariannya. Terlebih, daerahnya yang sedang melaksanakan Pilkada," ujarnya.

Ryan lebih jauh menjelaskan, pendekatan budaya untuk membiasakan masyarakat disiplin menerapkan prokes, karena implementasinya akan sulit kalau hanya melalui pendekatan hukum.

"Indonesia memiliki beratus ragam budaya, adat istiadat, serta bahasa. Oleh karena itu, Relawan Pilkada Sehat melaksanakan kegiatan ini dengan melakukan kampanye pendekatan budaya," ujarnya.

Khusus menjelang Pilkada Serentak 2020, lanjut mantan ketua BEM UIN Jakarta ini, masyarakat harus terus diajak bersama-sama membudayakan prokes dan bukan justru membudayakan pendekatan hukum yang cenderung memaksa.

Menurutnya, penegakan hukum justru hanya akan memantik emosi publik di saat masih terpuruknya perekonomian masyarakat, sehingga menghadirkan gesekan bahkan konflik antara masyarakat dan negara.

"Rajin mencuci tangan, mengenakan masker, serta disiplin menjaga jarak harus membudaya dan membumi di tengah masyarakat dengan penuh kesadaran, bukan paksaan. Dan kita semua harus siap menjadi suri teladannya," ujar Riyan.

Dalam pawai budaya Relawan Pilkada Sehat ini, DPP PGK menyerukan penyelenggara Pilkada agar protokol kesehatan diterapkan secara ketat. KPU harus memastikan tersedianya 12 Alat Prokes di TPS.

Adapun Prokes yang harus ada di TPS itu yakni tempat cuci tangan dan sabun, hand sanitizer, sarung tangan plastik untuk pemilih, sarung tangan medis untuk petugas KPPS, masker, tempat sampah, face shield untuk petugas, alat pengukur suhu tubuh, disinfeksi lokasi pemilihan, tinta tetes, baju hazmat, dan ruangan khusus bagi pemilih yang bersuhu 37,3 derajat celcius.

301