Home Politik Petugas KPPS Positif Covid-19, KPU Bantul Akui Kecolongan

Petugas KPPS Positif Covid-19, KPU Bantul Akui Kecolongan

Bantul, Gatra.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengakui pihaknya kecolongan saat salah satu petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) yang dinyatakan positif Covid-19 berada di tengah proses pilkada, Rabu (9/12). Akibatnya, sebanyak 20 orang harus isolasi mandiri dan menunggu tes swab.

"Jadi benar petugas KPPS di tempat pemungutan suara (TPS) 24 Desa Patalan, Kecamatan Jetis, dinyatakan positif saat hasil tes swab-nya keluar hari itu juga," kata anggota Divisi Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Bantul Musnif Istiqomah, Kamis (10/12).

Musnif mengakui KPU kecolongan atas petugas yang positif Covid-19 ini. Pasalnya pelacakan oleh Dinas Kesehatan jauh-jauh hari sebelum pilkada terhadap personel KPPS, personel linmas, dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) tidak menemukan kasus Covid-19.

Dari hasil klarifikasi, personel KPPS ini ternyata menjalani tes swab di tempatnya bekerja, yaitu sebuah perusahaan roti di kawasan Alun-alun Kidul Yogyakarta yang  digelar Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, beberapa hari sebelum pencoblosan.

"Hasilnya saat itu dibagi melalui pesan langsung dan kemudian yang bersangkutan menyampaikan ke anggota KPPS yang lain. Otomatis kegiatan langsung dihentikan dan petugas ini dibawa ke puskesmas untuk isolasi," lanjut Musnif.

Usai TPS tersebut disemprot disinfektan, satu jam kemudian pemungutan suara dilanjutkan kembali sesuai arahan Satuan Tugas Covid-19 Bantul.

Musnif mengatakan mulai hari ini enam personel KPPS, dua petugas linmas, dan 12 orang keluarga dan kontak erat wajib menjalani isolasi mandiri. Mereka menjalani tes usap pada Senin depan.

"Salah satu alasan proses pemilihan dilanjutkan dan dilakukan swab pekan depan karena kontak erat dalam dua hari terakhir belum menunjukkan gejala terpapar. Sedangkan untuk pemilih, Satgas menyatakan tidak perlu diisolasi," ujar Musnif.

Para pemilih tidak perlu isolasi karena mereka tidak melakukan kontak erat dengan petugas KPPS itu dalam waktu lama, terdapat jarak saat berkomunikasi, dan semua menggunakan sarung tangan.

Hal itu berbeda dengan enam personel KPPS dan Linmas yang dua hari terakhir menjadi kontak erat. Saat bekerja bersama petugas positif Covid-19 itu menyiapkan TPS, mereka sempat tidak memakai masker.

"Sesuai aturan, kami tetap memberikan honor kepada yang bersangkutan sesuai aturan," katanya.

Sebelumnya, dalam jumpa pers Rabu (9/12) petang, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DIY memaparkan temuan dua personel KPPS yang dinyatakan positif Covid-19. Selain di Bantul, petugas KPPS di salah satu TPS di Kecamatan Nglipar, Gunungkidul, mengidap penyakit tersebut.

211