Home Politik Tumbang, Petahana Pilbup Pekalongan Singgung Politik Uang

Tumbang, Petahana Pilbup Pekalongan Singgung Politik Uang

Pekalongan, Gatra.com - Pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupat petahana, Asip Kholbihi-Sumarwati, kalah dalam pilkada Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Asip menerima kekalahan dan menyinggung soal politik uang (money politic).

Berdasarkan hitung cepat tim pemenangan dan penghitungan sementara (real count) KPU yang masih berlangsung, Asip Kholbihi-Sumarwati kalah dari lawannya, Fadia A Rafiq-Riswadi.

"Kami legowo, menerima kekalahan ini, dan mengucapkan selamat kepada bu Fadia dan pak Riswadi," kata Asip saat dihubungi Gatra.com, Kamis (10/12).

Asip mengatakan, tim pemenangannya sudah berupaya maksimal meski hasil yang diraih tidak sesuai harapan. Menurutnya, mengikuti pilkada di masa pandemi Covid-19 tidak mudah. Sebab, paslon ditutut kesiapannya dalam menyediakan logistik untuk meraih suara.

"Kalau kemarin ada beredar kabar, tim sebelah itu bisa ngasih sampai Rp100 ribu, Rp200 ribu, dan masyarakat menerima, itu hal yang harus jadi pelajaran. Era pandemi ini ada sisi gelap ketika partisipasi publik diukur dengan kekuatan money politic. Itu salah satu sisi negatifnya," ujar dia.

Selain dugaan merebaknya politik uang, Asip menyebut pilkada di masa pandemi juga membuat upaya mobilisasi massa dalam kampanye tidak bisa dilakukan karena ada larangan kegiatan kerumunan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Padahal, kata Asip, karakter warga Kabupaten Pekalongan menyukai keramaian dalam kampanye pemilu.

"Sebagai petahana yang didukung kekuatan anggota ormas besar, tentu membutuhkan politik mobiliasi dan partisipasi. Ketika keran politik mobilisasi tersumbat karena alasan pandemi, maka masyarakat tidak bisa mendapatkan efek kemenangan dari dukungan yang bisa disaksikan secara kasat mata. Inilah yang kendala dan kami rugi juga," ujarnya.

Meski menenggarai adanya politik uang, Asip menyatakan tidak akan melakukan langkah apa-apa terkait dugaan tersebut. Dia menegaskan sudah legowo atas kekalahannya.

"Itu bagian dari proses demokrasi dan kebetulan berkembang di era pandemi. Umpamanya hal itu terjadi, kita juga memaklumi karena masyarakat banyak yang membutuhkan. Tapi kita lumayan, masih dapat 42%," ujarnya.

Asip berharap Fadia A Rafiq-Riswadi bisa melanjutkan pembangunan Kabupaten Pekalongan yang sudah dilakukannya. Di sisa enam bulan masa jabatannya sebagai bupati, dia mengaku akan menuntaskan pekerjaan yang berkaitan dengan visi dan misinya.

"Sekaligus menyiapkan apa yang harus dilanjutkan berkaitan dengan program-program yang bermuara pada kepentingan masyarakat," katanya.

Berdasarkan hasil penghitungan sementara KPU hingga Kamis (10/12) pukul 16.30 WIB, paslon bupati dan wakil bupati nomor urut 2 , Fadia A Rafiq-Riswadi unggul sementara di pilkada Kabupaten Pekalongan. Paslon yang diusung PDIP, Partai Golkar, PKS, PAN, Partai Demokrat, dan PSI meraup 152.760 suara atau 57,0%.

Sedangkan paslon nomor urut 1, Asip Kholbihi-Sumarwati, yang diusung PKB, PPP, Partai Gerindra, dan Partai NasDem memperoleh 115.012 suara atau 43,0%. Hasil ini belum final karena baru data perolehan suara dari 1.061 TPS yang sudah masuk atau mencapai 47,11% dari total 2.163 TPS.

1489