Home Info Sawit Satu Jam di Polkam, Ini Pesan Mantan Stafsus KASAD

Satu Jam di Polkam, Ini Pesan Mantan Stafsus KASAD

673

Pekanbaru, Gatra.com - Lelaki 62 tahun itu menatap lekat para anak muda di depannya di lapangan kampus Politeknik Kampar (Polkam) di kawasan Langgini Bangkinang, ibukota Kabupaten Kampar, Riau, Kamis (10/12).

"Taruna dan Taruni itu musti tanggap dan trengginas. Musti mampu menjadi pionir di kampung masing-masing setelah lepas dari Polkam ini. Paham!," teriak jenderal bintang dua purnawirawan angkatan darat ini.

"Siiiap, paham!!!" para lelaki dan perempuan berkaos putih lengan panjang yang berdiri di depan ayah dua anak itu spontan menjawab tegas.

"Saya enggak pernah bermimpi jadi jenderal bintang dua. Sebab dulu, kalau ke sekolah saya musti jalan kaki sejauh 5 kilometer. Orang tua saya petani. Tapi lantaran ulet dan kerja keras, alhamdulillah saya juga mendapatkan beasiswa seperti kalian ini," cerita mantan Komandan Korem 031 Wirabima ini.

Hampir satu jam Erro Kusnara di sana. Panjang lebar dia bilang tentang semangat hidup, keuletan dan disiplin kepada 75 orang mahasiswa dan mahasiswi jebolan beasiswa sawit Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) itu.

Mantan Staf Khusus KASAD ini tak sendirian datang ke sana, dia ditemani Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Rino Afrino, pengurus DPP Apkasindo, Eko Jaya Siallagan, Ketua DPW Apkasindo Riau, Haji Suher, Ketua DPD Apkasindo Kampar, Helkis dan pegiat masyarakat, Fajar.

"Kalian musti bisa punya kemampuan lebih. Belajar yang tekun, sebab masa depan kalian adalah masa depan kelapa sawit Indonesia. Ingat, selama pandemi, hampir semua lini lumpuh, tapi harga sawit justru tetap stabil. Ini anugerah dari Tuhan YME yang musti kita syukuri," kata anggota Dewan Pembina DPP Apkasindo ini.

Kalau mau sukses kata Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden ini, para taruna musti mengutamakan kedisiplinan,"Tepat waktu adalah kepribadian saya, itu adalah kunci keberhasilan, seringlah berdoa," pintanya.

Rino kemudian menimpali kalau para taruna sawit itu musti bersyukur bisa masuk ke Polkam. Sebab Polkam adalah kampus terbaik dan sangat strategis lantaran berada di kabupaten yang punya kebun kelapa sawit terluas.

Kepada Gatra.com, Wakil Direktur III Polkam, Muhammad Ridwan mengatakan kalau para taruna taruni sawit tadi adalah mahasiswa Diploma III angkatan 2020.

"Mereka dibagi tiga jurusan; Teknik Pengolahan Sawit, Perawatan dan Perbaikan Mesin serta Teknik Informatika. Mereka berasal dari 11 provinsi dari 22 provinsi penghasil sawit di Indonesia," terangnya.


Abdul Aziz

COMMENTS

LEAVE A COMMENTS