Home Hukum Sejuk, Pilkada Sukoharjo Dipastikan Tidak Ada Gugatan

Sejuk, Pilkada Sukoharjo Dipastikan Tidak Ada Gugatan

Sukoharjo, Gatra.com- Tenggat waktu tiga hari untuk mengajukan gugatan terkait perselisihan hasil Pilkada habis, Sukoharjo aman dari gugatan. Pasangan calon (paslon) 02 yang kalah dalam Pilkada Sukoharjo tidak mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Artinya, KPU tinggal menunggu Buku Registrasi Perkara Konstitusi (BRPK) dari MK untuk menetapkan paslon terpilih.

Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo mengatakan, berdasarkan rekap Biro Hukum KPU RI, Sukoharjo tidak ada gugatan. Untuk Jawa Tengah, dari 21 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada, hanya Kabupaten Rembang yang ada gugatan ke MK.

Sementara untuk penetapan paslon terpilih tanpa permohonan perselisihan hasil pemilihan dilakukan paling lama lima hari setelah MK secara resmi memberitahukan permohonan yang teregistrasi dalam BRPK pada KPU. Untuk itu, KPU Sukoharjo tinggal menunggu MK mengeluarkan BRPK tersebut sebelum menjadwalkan penetapan paslon terpilih.

"Kemungkinan BRPK MK akan keluar antara 24-26 Desember mendatang. Karena masih ada provinsi yang baru akan menetapkan hasil penghitungan suara tanggal 20 Desember nanti. Jika ditambah tiga hari untuk tenggat waktu pendaftaran gugatan, yakni 23 Desember, BRPK kemungkinan keluar antara 24-26 Desember," terangnya Jum'at (18/12).

Menurut Nuril, biasanya MK menunggu semua daerah selesai dulu sebelum mengeluarkan BRPK. Karena diketahui ada provinsi yang baru akan menetapkan hasil penghitungan suara pada 20 Desember. Sehingga harus menunggu semua daerah selesai dulu.

Seperti diketahui, hasil Pilkada Sukoharjo sesuai pleno KPU menempatkan pasangan calon (Paslon) nomor urut 01, Etik Suryani-Agus Santosa (EA) menjadi pemenang Pilkada dengan meraih 266.500 atau 53,34 persen. Sedangkan paslon nomor urut 2, Joko Santosa-Wiwaha Aji Santosa (JosWi) meraih 233.108 atau 46,66 persen. EA unggul dengan selisih 33.392 suara. 

207

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR