Home Politik Spanduk Tolak FPI Marak, Masyarakat Tak Paham Pemasangnya

Spanduk Tolak FPI Marak, Masyarakat Tak Paham Pemasangnya

Cilacap, Gatra.com – Spanduk bernada penolakan terhadap Front Pembela Islam (FPI) bermunculan di Kabupaten Cilacap, terutama di Cilacap barat. Terpantau, puluhan spanduk penolakan ini setidaknya muncul di Kecamatan Majenang, Cipari, dan Cimanggu.

Tokoh Agama di Majenang, H Murtadlo mengatakan spanduk itu muncul dua hari terakhir ini. Tak hanya di Majenang, spanduk senada bermunculan di kecamatan-kecamatan lainnya. “Spanduk itu sebenarnya mungkin wujud dukungan adanya SKB menteri yang membubarkan Ormas FPI,” kata Murtadlo, Senin (4/1).

Menurut dia, dengan pembubaran FPI tersebut, diikuti dengan maklumat larangan kegiatannya, maka mestinya masyarakat juga mendukung jika ada indikasi kegiatan yang mengatasnamakan FPI. Spanduk itu juga merupakan dorongan agar kepolisian menindak tegas jika masih ada kegiatan yang mengatasnamakan FPI.

Dia menjelaskan, di Cilacap FPI sempat beraktivitas. Akan tetapi, ia menyebut kegiatan FPI di wilayah Cilacap barat, terutama Majenang, justru didominasi oleh anggota atau simpatisan FPI yang berasal dari Jawa Barat. “Kalau yang di Majenang itu sedikit. Bahkan nyaris sudah tidak ada, paling hanya dua tiga orang. Kebanyakan dari luar daerah,” ucapnya.

Menurut dia, terlepas dari pro dan kontra pembubaran ini, mestinya seluruh elemen masyarakat mendukung keputusan tersebut. Yang patut diwaspadai adalah kegiatan yang mengatasnamakan lembaga atau nama lain, tetapi dengan muatan yang sama.

Sementara, warga Padangsari, Kecamatan Majenang, H Maslan Durori mengatakan, spanduk penolakan FPI itu semakin masif hari ini. Hanya dari Majenang ke Cimanggu saja, kata dia, ia melihat setidaknya ada tiga spanduk bernada sama. “Kalau yang memasang, saya tidak paham. Tapi memang nadanya sama, menolak FPI,” ujar Maslan.

Maslan mengakui ada pro kontra soal pembubaran FPI ini. Sebagian besar masyarakat memang mendukung pembubaran FPI. Namun, tak tertutup kemungkinan pula masih ada yang mendukung FPI. Karenanya, dia berharap agar semuanya bisa menahan diri. “Harapanya tidak ada apa-apa. Yang terpenting damai,” ucapnya.

5281

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR