Home Kesehatan Imunasi Pneumonia Penting untuk Cegah Kematian Anak

Imunasi Pneumonia Penting untuk Cegah Kematian Anak

Semarang, Gatra.com- Orang tua, terutama ayah agar peduli terhadap kesehatan anaknya, dengan melakukan imunasi pneumonia atau peradangan paru akibat infeksi. Penyakit pneumonia masih menjadi ancaman serius bagi bayi dan balita di Indonesia, termasuk di Jawa Tengah (Jateng).

“Jumlah kasus anak menderita pneumonia anak di Jateng pada 2019 tercatat sebanyak 83.101 orang,” kata Ketua Penggerak PKK Jateng Siti Atikoh saat menjadi keynote speech pada webinar berjudul “Edukasi Media dan Penyebaran Komunikasi Publik Peran Ayah dan Pencegahan Pneumonia pada Anak dengan Imunisasi’’, Selasa (12/1).

Penyabab pneumonia terhadap anak, lanjut Atikoh bisa karena kekurangan gizi, kurang pemberian ASI, bayi lahir prematur. Bisa juga faktor dari luar yakni orang tua merokok dan lingkungan yang kotor.

Pencegahan pneumonia dengan konsumsi gizi yang cukup, memberi ASI eksklusif selama enam bulan, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan imunisasi. “Orang tua, terutama ayah memiliki peran penting mencegah pneumonia terhadap anak,” ujar Atikoh yang juga istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jateng, Dr. dr. Fitri Hartanto dalam kesempatan sema mengatakan, pneumonia penyakit berbahaya terhadap anak karena menyerang saluran napas.

Berdasarkan profil kesehatan Indonesia pada 2019 mencatat 468.172 kasus pneumonia balita, di mana 551 meninggal dunia. Namun balita yang terpapar risiko pneumonia diperkirakan berjumlah 885.551 atau 3,55 % dari jumlah balita di Indonesia.

Langkah pencegahannya, menurut Fitri, bisa dilakukan secara umum melalui pemberian air susu ibu (ASI)), makanan pendamping ASI, dan perbaikan gizi. “Serta pencegahan spesifik lewat imunisasi pneumonia yang harus dilaksanakan sebanyak tiga kali dalam setahun. Manaaf imunisasi untuk merangsang kekebalan spesifiki,” ujar Fitri.

Sementara pembicara lain, psikolog dari Unika Soegijapranata Semarang, Lita Widyo Hastuti, menyatakan, peran ayah sebagai bagian integral dalam perkembangan anak memiliki ruang lapang untuk terlibat dalam masalah-masalah kesehatan anak.

Para ayah bisa terlibat dalam kesehatan anak dengan mendorong pola makan sehat, olahraga, memantau perkembangan, dan imunisasi anak. “Menggurus anak ditanggung berdua ibu dan ayah lebih ringan. Kuncinya komunikasi lebih baik antara suami istri," katanya.

Sedangkan, Medical Manager PT Pfizer Indonesia, dr. Carolina Halim menyatakan, peran ayah dalam mengambil keputusan yang cepat dan tepat, sangat menentukan fondasi sebuah keluarga. “Termasuk dalam hal menjaga kesehatan anak, dengan memberikan imunisasi,” kata dia.

458

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR