Home Kesehatan Pandemi Berisiko Turunkan Asupan Zat Besi

Pandemi Berisiko Turunkan Asupan Zat Besi

Jakarta, Gatra.com- Pandemi berisiko memperparah asupan konsumsi zat besi pada anak. Berdasarkan survei daring oleh PP HIMPAUDI terhadap 25.935 responden, sebanyak 33,8% telah mengurangi pengeluaran untuk makanan dan minuman.

Hal ini juga sejalan dengan survei daring oleh Hanna dan Olken (2020) yang menemukan, pandemi menurunkan ketahanan pangan keluarga. Setidaknya 36% responden mengaku bahwa dirinya telah mengurangi porsi makan karena terkendala keuangan.

"Fakta ini tentu saja berisiko terhadap penurunan asupan zat besi," kata Ketua Umum HIMPAUDI Pusat, Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si dalam diskusi virtual terkait Hari Gizi Nasional yang diadakan oleh Danone Specialized Nutrition, Senin (25/1).

Tidak hanya itu, Netti menuturkan kondisi pelajaran jarak jauh (PJJ) juga menuntut konsentrasi yang lebih tinggi. Namun dengan fakta para pengajar PAUD mengalami penurunan gaji pun bisa turut membuat mereka kurang fokus dan konsentrasi saat memberikan PJJ.

"Orang tua harus memastikan anak mendapat nutrisi sebelum mulai belajar, sehingga ia merasa nyaman. Anak yang kekurangan gizi tidak akan mau belajar," kata Netti menegaskan.

Dalam hal ini, lanjut dia, gizi dan stimulasi harus diberikan secara beriringan. Guru menjadi agen penggerak pembelajaran untuk membangun pola makan anak, dan seharusnya diteruskan ke masa-masa berikutnya.

"Guru PAUD berperan mendidik anak dan keluarhg, namun pemerintah juga harus hadir. Juga dunia usaha dan industri, demi kepentingan yang terbaik untuk anak," paparnya.

Sementara itu, Corporate Communications Director Danone Indonesia Arif Mujahidin menambahkan, sebanyak 40% populasi masyarakat Indonesia kini adalah Gen Z dan post Gen Z. “Merekalah cikal bakal untuk memutus mata rantai kekurangan zat besi dalam konsumsi pangan sehari-hari,” ujarnya.

Indonesia saat ini mengalami triple burden terkait nutrisi. Yakni obesitas, underweight hingga kurang gizi dan stunting, serta hidden hunger.

“Padahal pangan yang bergizi adalah pondasi untuk infrastruktur bangsa di masa depan. Namun kadang, isu gizi ini tidak terlihat. Apalagi masalah hidden hunger atau kelaparan tersembunyi, seperti defisiensi zat besi,” tutur Arif.

210