Home Internasional Jepang: Kudeta Myanmar Dapat Meningkatkan Pengaruh China

Jepang: Kudeta Myanmar Dapat Meningkatkan Pengaruh China

Tokyo, Gatra.com - Wakil menteri pertahanan Jepang mengatakan bahwa negara-negara demokrasi dunia kuatir kasus kudeta militer Myanmar akan membuat China memperkuat aliansinya di wilayah Asia Tenggara, apalagi jika jenderal yang berkuasa menutup cela komunikasi dengan pihak luar. 

"Jika kita tidak melakukan pendekatan ini dengan baik, Myanmar dapat tumbuh lebih jauh dari negara-negara demokratis yang bebas secara politik dan bergabung dengan liga China," kata Menteri Pertahanan Yasuhide Nakayama dikutip Reuters, Selasa (2/2). 

Sebelumnya tentara Myanmar merebut kekuasaan (kudeta) kepemimpinan pada hari Senin, dan menyatakan keadaan darurat, serta menahan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi bersama dengan pejabat pemerintah lainnya. Tentara menuduh partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) memenangkan kemenangan telak dalam pemungutan suara 8 November melalui jalur penipuan pemilu.

Jepang, diketahui selama ini menjadi donor bantuan besar dan memiliki hubungan dekat yang sudah lama dengan Myanmar. Jepang menanggapi dengan menyerukan pembebasan Suu Kyi dan anggota pemerintahan sipilnya, dan pemulihan demokrasi.

Nakayama mengatakan pihaknya akan mempertimbangkan apakah perlu menangguhkan program kemitraan Jepang dengan militer Myanmar mengingat China memenangkan lebih banyak pengaruh, yang berpotensi merusak keamanan di wilayah tersebut.

"Jika kita berhenti, hubungan militer Myanmar dengan tentara China akan semakin kuat, dan mereka akan semakin jauh dari negara-negara bebas termasuk Amerika Serikat, Jepang dan Inggris," kata Nakayama. 

“Saya pikir itu akan menimbulkan risiko bagi keamanan kawasan,” tambahnya.

Sejak 2014, melalui seminar dalam negeri dan program lainnya, kementerian pertahanan Jepang telah melatih dan bekerja sama dengan perwira militer Myanmar tentang pengobatan bawah air, meteorologi penerbangan, bantuan bencana, dan bahasa Jepang. 

Kedua negara juga memiliki program pertukaran akademik, di mana delapan kadet dari militer Myanmar saat ini belajar di Akademi Pertahanan Nasional Jepang.

Sebagai bagian dari upaya menahan pengaruh Tiongkok yang semakin berkembang di Laut Tiongkok Selatandan Samudra Hindia, Jepang telah memfokuskan pada dukungan pembangunan kapasitas dengan negara-negara ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) sebagai bagian dari strategi keamanannya dalam beberapa tahun terakhir.

Nakayama, yang secara terbuka mengkritik China, dengan mengatakan pihaknya mengamati tindakan China di laut dengan hati-hati, menyusul undang-undang baru yang disahkan di Beijing, yang memungkinkan penjaga pantai menembaki kapal asing.

434

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR