Home Olahraga Tak Hanya Berebut Poin, Gengsi Tim London Juga Jadi Taruhan

Tak Hanya Berebut Poin, Gengsi Tim London Juga Jadi Taruhan

London, Gatra.com – Duel sesama tim asal kota London bakal tersaji dalam lanjutan Liga Inggris musim kompetisi 2020/21. Tottenham Hotspur bakal menjadi Chelsea di Tottenham Hotspur Stadium, Jumat (5/2) dini hari WIB.

Selain gengsi, karena sama-sama berasal dari London, laga kedua tim juga akan mempengaruhi perjalanan mereka dalam menaungi kompetisi musim ini. Kedua tim sama-sama butuh poin sempurna, agar posisi mereka di klasemen bisa merangkak naik.

Saat ini, Tottenham maupun Chelsea sama-sama mengumpulkan 33 poin. Meski poin mereka sama, Tottenham berada di posisi ke-6, sementara Chelsea peringkat ke-7. Anak asuh Jose Mourinho unggul dalam urusan selisih gol. Selain itu, Tottenham masih memiliki sisa pertandingan lebih banyak, dimana mereka baru memainkan 20 laga. Adapun The Blues yang diasuh Thomas Tuchel, sudah memainkan 21 laga.

Sepanjang karier kepelatihan mereka berdua, Mourinho dan Tuchel belum pernah bertemu. Tak pelak, pertandingan nanti akan menjadi pertemuan perdana mereka.

Meski demikian, Mourinho sudah beberapa kali bertemu dengan Chelsea. Adapun Tuchel sudah sempat dua kali menghadapi Spurs, saat menakhodai Borussia Dortmund. Dalam laga Babak 16 Besar Liga Europa 2015/2016 tersebut, Tuchel sukses meraih dua kali kemenangan.

Mourinho juga sempat melatih Chelsea. Di klub itu, Mourinho juga telah menyumbang sejumlag gelar, seperti juara Liga Inggris sebanyak 3 kali, yakni musim 2004-05, 2005-06, dan 2014-2015. Mourinho juga mempersempahkan Piala FA pada tahun 2006-07.

Mourinho menertawakan pihak yang menganggap Chelsea adalah klub yang sulit untuk dilatih karena tekanan dan tingkat ekspektasi manajemen. “Saya tidak berpikir itu sangat sulit untuk melatih di Chelsea karena saya juara tiga kali, (Carlo) Ancelotti juara, Antonio Conte juara. Siapa lagi? Itu tidak sulit karena kami memenangkan gelar di sana,” ujarnya seperti dikutip dari Mirror.

Pria asal Portugal ini menambahkan, Chelsea selalu memiliki pemain hebat dan skuad hebat dan pelatih bagus. “Senang bekerja dengan klub-klub ini dan dengan pemain yang memberi Anda kesempatan bagus untuk memenangkan gelar," sebutnya.

Meski demikian, Mourinho menjelaskan bahwa jauh lebih sulit untuk mencapai kesuksesan di Liga Inggris daripada di Prancis. Tuchel merupakan mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG). Selama dua musim di PSG, dia mempersembahkan dua gelar juara Liga Prancis dan trofi domestik lainnya.

“Tuchel datang dari liga yang tidak bisa dibandingkan dengan Liga Premier. Tapi dia akan terbiasa bekerja dengan pemain berkaliber tinggi, terbiasa ruang ganti dengan pemain penting. Dia akan cocok di klub seperti Chelsea," tandasnya.

170