Home Ekonomi Ini Faktor yang Dongkrak Harga Karet Sumsel

Ini Faktor yang Dongkrak Harga Karet Sumsel

Palembang, Gatra.com - Harga karet di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) perlahan mulai terdongkrak. Hari ini, Senin (8/2), harganya pun naik Rp 27 dibanding harga indikasi karet sebelumnya untuk kondisi Kadar Karet Kering (KKK) 100 persen.

“Untuk KKK 100 persen sekarang naik Rp 27 menjadi seharga Rp 18.872 per kilogram di Sumsel,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumsel, Rudi Arpian di Palembang, Senin (8/2).

Menurutnya, harga karet terdongkrak naik tersebut disebabkan harga minyak dunia kembali mengalami perubahan terbarunya di bursa komoditas berjangka internasional yang disebabkan adanya komitmen pemangkasan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC).

Bukan itu saja, lanjutnya, kenaikan harga minyak dunia terjadi saat ini didukung juga oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang mulai menunjukan pemulihan, diindikasikan dengan membaiknya angka pengangguran AS.

“Ya, sejumlah faktor inilah yang membuat sentimen positif yang mendorong sedikit adanya kenaikan harga karet di bursa global,” katanya.

Kendati begitu, sambungnya, seberapa lama harga tersebut bertahan itu tidak dapat dipediksi. Pasalnya, sudah lama disinyalir bahwa mekanisme pembentukan harga (price discovery platform) di SICOM tidak sepenuhnya mencerminkan faktor fundamental supply dan demand karet alam dunia.

Kini untuk harga karet slab bersih 70 persen atau K3 di Bumi Sriwijaya per hari ini menjadi Rp 13.210 per kilogram. Kemudian, kondisi karet untuk K3 60 persen per hari ini Rp 11.323 per kg, lalu kondisi karet untuk K3 50 persen Rp 9.436 per kg, dan kondisi karet untuk K3 40 persen Rp 7.549 per kg.

“Sumber tersebut berdasarkan data Singapore Commodity yang diolah oleh Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel bersama Gapkindo (Gabungan Perusahaan Karet Indonesia) Provinsi Sumsel,” ujarnya.

1518