Home Info Sawit Mengulik Capaian Gubri di Masa Sulit

Mengulik Capaian Gubri di Masa Sulit

Pekanbaru, Gatra.com - Dua hari lagi, Syamsuar dan Edy Natar Nasution genap dua tahun menjadi Gubernur Riau (Gubri) dan Wakil Gubernur Riau.

Orang-orang pun mulai membincangkan sepak terjang mantan Bupati Siak dan mantan Danrem 031 Wira Bima ini di rentang waktu itu. Tak terkecuali DR.Syafri Harto. 

Bagi Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau ini, sebetulnya Syamsuar mulai memimpin Riau tidak dalam situasi dan kondisi yang bagus.

Di tahun pertama memimpin, lelaki 66 tahun itu cuma bisa menjalankan anggaran yang sudah kadung disusun oleh pendahulunya.

"Praktis apa saja yang menjadi program Syamsuar dalam politik anggaran, tidak akan leluasa terakomodir pada susunan anggaran yang sudah ada itu. Bisa jadi hanya secuil program dia yang bisa berjalan," kata lelaki 54 tahun ini saat berbincang dengan Gatra.com, Kamis (18/2).

Di tahun kedua kata ayah tiga anak ini, Syamsuar memang sudah bisa mendisain anggaran sesuai dengan visi misinya. Tapi apes, di awal tahun kedua itu pula, pandemi Covid-19 muncul dan bikin masalah besar.

Selain ruang gerak semua orang menjadi sangat terbatas, Syamsuar pun harus mengaduk ulang anggaran yang sudah tersusun rapi tadi demi bisa menanggulangi dampak pandemi itu.     

Baca juga: 'Kado' Istimewa Gubri Untuk Petani Sawit

Nah, sepanjang pandemi kata Syafri, enggak hanya Syamsuar yang pusing me-refocusing anggaran, semua pemimpin daerah seperti itu. Oleh refocusing tadi, enggak ada yang bisa berbuat banyak, sebab keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi nomor satu.

"Kalau misalnya diadakan penilaian indeks kinerja, semua orang, di daerah manapun, pasti akan ngomong enggak puas," ujar Tenaga Ahli Bidang Ekonomi Kreatif, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif ini.

Pernyataan masyarakat semacam itu kata Syafri wajar saja. Sebab ekspektasi setiap masyarakat akan lebih tinggi dari apa yang bisa dilakukan oleh kepala daerahnya saat ini.

"Di sinilah saya melihat kepamongan Syamsuar dan strategi keprajuritan Edy Natar diuji. Meski berada di situasi yang tak baik tadi, pasangan ini justru mampu menorehkan prestasi yang cukup bagus, dan itu di luar dugaan banyak orang," katanya.

Selama Syamsuar jadi gubernur kata Syafri, kebakaran hutan, lahan dan gambut yang selama ini jadi momok, bisa dia atasi.

"Di sini kelihatan juga kemampuan Syamsuar mengorganisir kebersamaan dengan lintas instansi, khususnya dengan Polda Riau dan Korem 031 Wira Bima dalam menangani kebakaran hutan dan lahan itu," katanya.

Terus, sebagai daerah penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia, Syamsuar telah pula membangun fondasi yang kuat bagi para petani kelapa sawit.

"Ini patut diacungi jempol. Sebab Syamsuar saya tengok paham dengan keunikan Riau ini dari sisi tanaman kelapa sawit," katanya.

Kalau di daerah lain kebun kelapa sawit milik petani hanya sekitar 30% persen dari total luasan yang ada, di Riau justru beda.

"Dari 4,02 juta hektar kebun kelapa sawit yang ada, 67% atau sekitar 2,7 juta hektar jutru dikelola oleh petani," Syafri mengurai.

"Syamsuar membuat Peraturan Gubernur (Pergub)  tentang tata niaga sawit pekebun. Menurut saya ini sangat bagus dan luar biasa lantaran dalam penyusunan Pergub itu, organisasi petani seperti Apkasindo, SAMADE, ASPEK PIR, GAPKI dilibatkan. Di provinsi lain sulit mendapati pola yang semacam ini," ujarnya.

Bagi petani sawit kata Syafri, Pergub itu sesuatu berkah yang luar biasa, sesuatu yang akan membawa dampak yang lebih positif kepada perekonomian daerah.

"Perputaran uang akan semakin kencang. Maka muncullah istilah, menyelamatkan petani sawit sama dengan menyelamatkan ekonomi Riau," katanya.

Di luar kebijakan untuk pekebun tadi, selama Syamsuar memimpin, stabilitas keamanan bahkan di masa Pilkada, terkendali.

Yang terbaru, sebelum Riau benar-benar masuk pada siklus kemarau panjang, Syamsuar sudah langsung menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan. Ini tentu strategi kebijakan bentuk antisipasi dini.

Sebab semua orang tahu, kalau di Riau benar-benar sudah terjadi kebakaran hutan apalagi gambut, akan teramat sulit memadamkan.

Syafri hanya bisa berharap pandemi Covid-19 segera mereda. "Kalau kondisi sudah kembali normal, saya yakin di situlah Syamsuar akan menggeber pembangunan dan rehabilitas, ragam infrastruktur. Saran saya, apa yang menjadi janji politiknya, itu dulu yang diberesi, sebab itu sudah janji," katanya.

Menengok sepak terjang Syamsuar selama ini, khususnya saat menjadi Bupati Siak dua periode, Syafri yakin, Syamsuar bersama Edy Natar Nasution yang berlatar belakang militer, akan bisa memberikan yang terbaik untuk Riau. 


Abdul Aziz

539