Home Gaya Hidup Tumbuhkan Kebiasaan Ngemil Sehat Anak, Simak Tipsnya

Tumbuhkan Kebiasaan Ngemil Sehat Anak, Simak Tipsnya

Jakarta, Gatra.com- Upaya menumbuhkan kebiasaan baik pada anak perlu dilakukan sejak dini. Aktivitas itupun sebaiknya bermula dari rumah dengan para orang tua dan caretakers sebagai pemberi contoh yang baik.

Dokter spesialis anak di RS Brawijaya Antasari, dr. Attila Dewanti, Sp.A (K) menyebut tak pernah ada kata terlambat dalam menumbuhkan kebiasaan ngemil yang baik pada anak. “Ketika anak-anak lebih banyak beraktivitas di rumah seperti saat pandemi ini, ia cenderung mengkonsumsi lebih banyak cemilan karena rasa bosan beraktivitas seharian di rumah," katanya dalam keterangan tertulisnya, Jumat (19/2).

Menurut Attila, hal ini dapat menjadi momentum emas bagi orang tua untuk menumbuhkan kebiasaan baru, yakni memilih cemilan yang lebih baik. "Hal yang paling penting adalah orang tua harus bisa memberikan teladan yang baik, karena anak-anak akan meniru gaya hidup atau pola ngemil orangtuanya," ungkapnya.

Berikut beberapa tips seru dari Paddle Pop yang bisa membantu menumbuhkan kebiasaan ngemil yang baik pada anak.

1.  Libatkan anak dalam pemilihan cemilan

Supaya anak semakin paham tentang berbagai jenis cemilan yang ada di pasaran, yuk libatkan mereka dalam proses pemilihannya! Orang tua dan caretakers bisa membuat jadwal mingguan dan berdiskusi dengan anak tentang cemilan apa saja yang mereka inginkan.

Apakah cemilan tersebut baik atau tidak, dan berapa banyak yang bisa mereka konsumsi per hari. Selalu berikan alasan yang bisa dimengerti anak saat melarang atau menyuruh anak makan cemilan tertentu.

2. Catat cemilan favorit anak dan bandingkan kandungannya

Apa saja cemilan favorit anak selama ini? Apakah kandungan kalori dan gulanya tidak berlebih untuk kebutuhan gizi hariannya?

Yuk evaluasi kebiasaan ngemil selama ini dengan membuat tabel yang sederhana untuk ditempel di pintu kulkas. Dengan tabel informatif ini, ajari anak membandingkan dan memilih cemilan paling baik untuk sesi ngemil berikutnya.

3. Sesuaikan dengan selera anak

Cemilan di pasaran memang beragam, tapi tidak semua baik untuk dikonsumsi anak. Memilih cemilan yang baik bukan berarti memaksakan anak-anak mengkonsumsi makanan yang kurang mereka sukai.

Tugas utama orang tua dan caretakers adalah untuk menjaga keseimbangan itu, yakni memilih cemilan yang disukai anak, tapi dengan mengatur porsi atau memilih kandungan yang tepat untuk kebiasaan tubuhnya.

Misalnya, jika anak gemar menikmati es krim, pilihlah es krim yang mengandung kebaikan susu dan buah seperti Paddle Pop, yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembangnya.

4. Bikin sesi edukasi jadi fun dengan permainan

Yuk ajak anak belajar tentang cemilan baik dengan cara yang fun! Misalnya dengan bermain ular tangga ataupun mengisi teka-teki silang yang seru. Faktanya, anak-anak belajar dengan menggunakan lima indera mereka, mulai dari sentuhan, visual, hingga pendengaran.

Oleh karena itu, belajar dengan bermain menjadi cara efektif untuk menanamkan pengetahuan baik ke dalam mindset anak.

5.  Berikan teladan yang baik

Orang tua adalah dua tokoh yang paling krusial dan menjadi role model bagi anak-anak, bahkan hingga mereka beranjak dewasa. Apapun yang dilakukan dan dikatakan oleh orang tua akan menentukan karakter, sikap, kepercayaan, dan bahkan pola gaya hidup anak.

Semakin dekat dengan anak, semakin tinggi pula level pengaruh yang diberikan orang tua terhadap kehidupannya. Kalau ingin anak terbiasa ngemil dengan baik, maka berikan juga teladan yang baik di rumah dengan mengkonsumsi cemilan yang baik, sesuai dengan kebutuhan gizi harian, dengan porsi yang proporsional.

Head of Marketing Ice Cream Unilever Indonesia, Memoria Dwi Prasita mengatakan, Paddle Pop berkomitmen menjadi mitra bagi orang tua dalam memberikan cemilan baik untuk anak.

"Tidak hanya menghadirkan produk yang berkualitas dan baik dikonsumsi masyarakat, kami juga turut mengedukasi dan berkomunikasi langsung dengan orang tua, karena kami percaya merekalah pembuat keputusan utama dalam menentukan cemilan baik untuk anak,” ungkap Memoria.

189