Home Internasional Kata Houthi Tentang Ledakan di Angkasa Jantung Saudi, Riyadh

Kata Houthi Tentang Ledakan di Angkasa Jantung Saudi, Riyadh

Teheran, Gatra.com- Juru Bicara Angkatan Bersenjata Houthi, Brigjen Yahya Saree mengatakan pasukan menargetkan tanah Saudi dengan 15 drone dan rudal balistik. Dalam konferensi pers pada Minggu, Saree memberikan rincian tentang serangan Angkatan Bersenjata Yaman di tanah Saudi. En mehnews.com, 28/02. "Operasi bertajuk "Fifth Response Balance" itu dilakukan dengan drone dan rudal balistik," katanya.

 

"Posisi dan tempat sensitif di Riyadh, ibu kota musuh, menjadi sasaran rudal balistik jenis" Zulfiqar" dan sembilan UAV "Samad-3". Enam UAV K2 Qasef juga menargetkan posisi militer di Abha [ibu kota negara itu. Provinsi Aseer dekat Laut Merah di barat daya Arab Saudi] dan daerah Khamis Mushait [sebuah kota di barat daya Arab Saudi, terletak di timur Abha]."

Menurut dia, operasi tersebut berlangsung sejak Sabtu malam hingga Ahad pagi. "Selama serangan dan pengepungan di negara kami [Yaman] terus berlanjut, operasi kami akan terus berlanjut dan akan lebih ekstensif," tambahnya.

Saree mengimbau rakyat Arab Saudi untuk menjauh dari semua posisi militer, tempat, dan bandara.

Arab Saudi pada Sabtu mengumumkan bahwa pihaknya mencegat serangan rudal di ibu kota dan drone sarat bom yang menargetkan provinsi selatan. Akibat pencegatan itu, timbul ledakan di langit Riyadh yang sedang menggelar ajang Formula E.

Koalisi militer pimpinan Saudi yang bertempur dalam perang Yaman selama bertahun-tahun mengumumkan rudal balistik diluncurkan ke arah Riyadh dan tiga drone yang dijebak ke arah provinsi Jizan, dengan drone keempat menuju kota barat daya lain dan drone lainnya sedang dipantau. 

Kedutaan Besar AS di Riyadh mengeluarkan peringatan kepada orang Amerika, meminta mereka untuk "tetap waspada jika terjadi serangan tambahan di masa mendatang."

Koalisi yang dipimpin Saudi telah menghadapi kecaman internasional yang meluas atas serangan udara di Yaman yang telah menewaskan ratusan warga sipil dan mencapai sasaran non-militer, termasuk sekolah, rumah sakit, dan pesta pernikahan.

 

1622