Home Politik Ganjar: Eks Napiter Bisa Jadi Duta Perdamaian

Ganjar: Eks Napiter Bisa Jadi Duta Perdamaian

Semarang, Gatra.com- Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo berharap mantan narapidana teroris (napiter) bisa menjadi duta perdamaian untuk mencegah paham redikalisme dan terorisme di masyarakat.

Menurutnya, para eks napiter yang telah memiliki pengalaman dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang bahayanya paham radikalisme dan terorisme.

“Sambil ngobrol dan guyon, para eks napiter bisa menjelaskan tentang bahaya paham radikalisme dan terorisme kepada masyarakat sekitar. Mereka bisa menjadi rujukan dan narasumber bila ada kejadian terorisme,” kata Ganjar saat gowes pagi mengunjungi rumah eks napiter Machmudi Hariono alias Yusuf di Semarang, Kamis (4/3).

Lebih lanjut Ganjar menyatakan, memuji cara eks napiter kembali ke tengah masyarakat dengan elegan sekaligus produktif karena mengembangkan bisnis untuk mereka dan warga sekitar, seperti dilakukan Yusuf yang kini beternak lele.

“Caranya keren dan bagus, ada kreativitas yang dibangun. Di sini dan Genuk beternak lele. Di Solo ada eks napier membuka warung soto. Dengan cara-cara itu, maka penerimaan masyarakat akan jadi baik,” ujarnya.

Yusuf warga Gisikdrono RT 4 RW 13 Kecamatan Semarang Barat, pernah dihukum 10 tahun. Ia adalah mantan anak buah gembong teroris Noordin M.Top.

Menurut Yusuf berternak lele adalah cara untuk memuluskan proses supaya bisa mudah diterima kembali oleh masayarakat.

“Dengan bertenak lele yang melibatkan warga, kami beberapa rekan eks napiter di Semarang bisa dengan mudah diterima oleh masyarakat,” katanya.

Yusuf yang juga Ketua Yayasan Persadani, yayasan yang menaungi eks napiter di Jawa Tengah menjelaskan bila masyarakat menjadikan dirinya sebagai rujukan setiap ada kejadian terorisme.

Masyarakat terkadang juga bertanya tentang pengalamannya menjadi bagian dari gerakan terorisme dan upaya untuk mencegahnya.

“Melalui obrolan santai menjelaskan dengan pelan dan narasi yang mudah diterima masyarakat. Saya juga mengingatkan kepada masyarakat agar tidak terpengaruh pada ajakan-ajakan yang bersifat radikalisme dan terorisme. Apalagi, ajaran itu sekarang banyak di media sosial,” ujar Yusuf.

305