Home Ekonomi Padat Karya Pertanian Topang Ekonomi Nasional

Padat Karya Pertanian Topang Ekonomi Nasional

Karanganyar, Gatra.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) kembali menyemangati petani dalam mengerjakan padat karya. Diberikan stimulasi bantuan bibit tanaman perkebunan sampai ke sarpras agar menjadi pendorong sistem pertanian berkelanjutan.

"Saya berharap jangan hanya panen padi atau jagung saja. Tapi juga panen jeruk, kelapa dan beternak itik di ladang yang sama. Ini merupakan lokomotif pertanian," kata Menteri SYL saat mengunjungi klaster pertanian berkelanjutan di Desa Kaling, Tasikmadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat (5/3).

Di klaster pertanian ini, Kementan menghibahkan bantuan 5.000 ekor itik petelur senilai Rp1,4 miliar, benih kelapa untuk ditanam di area 160 hektare, 14 ribu bibit jeruk dan ongkos padat karya penanaman, 10 unit hand sprayer, pestisida dan sebagainya. Ia meyakini geliat usaha pertanian mampu menopang perekonomian, terlebih di masa pandemi Covid-19. Pertumbuhannya mencapai 16,4 persen di tahun 2020.

Dalam konsep pertanian berkelanjutan atau integrated farming, berbagai komoditas tersebut dikerjasamakan ke korporasi bisnis. Misalnya komoditas jeruk yang bermitra dengan pabrik minuman kemasan, kelapa menjadi bahan baku makanan dan energi, dan sebagainya. Targetnya sampai ekspor ke luar negeri.

Embrio bisnis pertanian itu sudah dilihatnya dari pengelolaan dasar bercocok tanam di klaster binaan. Kini tinggal memperkuat kelembagaan para petani.

Maka mari kita coba sikapi bersama. Ada 5.000 hamparan (klaster pertanian di Karanganyar). Harus betul-betul intensif mulai penanaman bibit, pupuk berimbang dan obat tanaman yang memungkinkan, katanya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan sudah mampu mengekspor berbagai komoditi pertanian ke luar negeri seperti jahe yang sudah diolah menjadi permen. Produk itu diekspor ke Amerika Serikat. Dalam kesempatan itu, gapoktan di Desa Kaling menerima bantuan Kementan berupa bibit jeruk, kelapa, itik hingga sarana pemberantas hama.

"Tentu akan kami kembangkan lagi, Karangayar menjadi sentra kelapa dunia. Kehadiran Bapak Menteri Pertanian di Kabupaten Karanganyar memberikan semangat kepada para petani yang tak terlihat sedang menghadapi covid-19. Indonesia berkah karena penghasil padi yang luar biasa," cetusnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan Kementan fokus mendorong pengembangan pola integrated farming berbasis korporasi yang dilakukan dengan program karya. Bantuan yang disediakan pemerintah meliputi fasilitas KUR, bantuan bibit dan sarana produksinya lainnya hingga aspek hilirisasinya serta pendampingan yang masif. 

Lebih lanjut, Suwandi mengatakan alokasi bantuan Kementan tahun anggaran 2021 untuk Kabupaten Karanganyar sebesar Rp 9,11 miliar. Terdiri dari benih padi, benih jeruk, benih kelapa genjah, alat pra dan pasca panen, pestisida, budidaya ternak itik dan lele, pengembangan kawasan hortikultura serta bantuan untuk padat karya.

"Kita perlu upaya ekstra untuk membangun pertanian yang luar biasa. Karanganyar berhasil membuktikan petani disini hebat dan tetap semangat. Kami beri dukungan supaya petani makin semangat lagi," tandas Suwandi.

 

182