Home Info Satgas Covid-19 Mahfud: Pemerintah Sediakan Fasilitas Mahal Untuk Rakyat

Mahfud: Pemerintah Sediakan Fasilitas Mahal Untuk Rakyat

Surabaya, Gatra.com - Menkopolhukam Mahfud MD mengatakan bahwa pemerintah hingga kini masih berupaya mengentaskan masyarakat dari bahaya pandemi Covid-19. Mulai dari sosialisasi protokol kesehatan, hingga anggaran triliunan rupiah yang dihabiskan untuk melaksanakan vaksinasi Covid-19.

"Vaksin, semua provinsi sudah dianjurkan supaya dilakukan dengan cermat. Diminta bahkan. Pemerintah juga sudah menyediakan fasilitasnya dengan biaya yang sangat mahal untuk menyelamatkan rakyat," kata Mahfud kepada wartawan, Rabu (17/3).

Menurutnya, pemerintah sudah menganggarkan dana untuk kesehatan dan perekonomian dengan porsi yang pas. Hal itu agar keselamatan masyarakat Indonesia tidak terpaku pada upaya menekan angka kasus penularan Covid-19 saja.

Karena itulah, lanjut Mahfud, sejak awal Presiden RI Joko Widodo selalu mengingatkan kepada para penyelenggara negara agar seimbang dalam mengelola anggaran selama pandemi. Jangan sampai masyarakat terhindar dari Covid-19, tapi miskin karena tidak memiliki sumber penghasilan.

"Oke, selamatkan rakyat dengan perang melawan Covid-19. Tapi, jangan terlalu cepat, karena kalau ekonominya terlalu mundur rakyat bisa mati juga. Keseimbangan PC (penanganan Covid) dan PEN (pemulihan ekonomi nasional) ini yang sekarang menjadi program pemerintah. Tentunya perlu waktu," kata Mahfud.

Mahfud menyebut strategi tarik ulur antara kesehatan dan ekonomi selama pandemi tersebut cukup efektif. Ia mengklaim ada penurunan signifikan terkait kasus penularan Covid-19 dari 14 ribuan menjadi di bawah 5 ribuan kasus dalam rata-rata per harinya secara nasional.

Sementara itu, Pemerintah kota Surabaya menyatakan telah menerima pasokan vaksin Covid-19 merk Sinovac sebanyak 60,940 vial vaksin. Supply vaksin tersebut akan digunakan untuk memvaksin para pegawai pelayan publik dan warga lansia yang belum divaksin, hingga nanti pada vaksinasi dosis ke-2.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febri Adhitya Prajatara mengatakan, selain para pegawai publik dan warga lansia, stok vial vaksin tersebut juga akn diberikan kepada pedagang sentra kuliner binaan. Sebanyak 1,053 pedagang yang akan divaksin mulai Kamis (18/3).

"Tentu kami butuh bantuan (semua pihak) untuk mensosialisasi vaksin ini. Karena, vaksin inin sangat diperlukan. Senjata kita pertama ya pakai masker dan diberikan vaksin ini," kata Febri.

Menurutnya, semakin cepat vaksinasi tersebut dilaksanakan, pasokan vaksin dari pemerintah pusat juga akan semakin cepat dan teratur. Apalagi, pemkot Surabaya punya target vaksinasi setidaknya kepada 2 juta warga.