Home Gaya Hidup Tak Sekadar Bisa Bikin Kopi, Sertifikasi Barista Penting

Tak Sekadar Bisa Bikin Kopi, Sertifikasi Barista Penting

Karanganyar, Gatra.com- Para barista didorong memiliki sertifikat kompetensi. Itu tidak hanya menjamin kualitas para penyeduh kopi, namun seorang barista bersertifikat akan memahami cara melayani penikmat kopi.

"Sertifikat kompetensi barista sangat penting. Harapannya dengan sertifikasi, pengalaman dan kompentensinya terukur. Yang pernah belajar perkopian di institusi formal, ada standar menjadi seorang barista dan pastry," kata Ketua DPP Forum Barista Nusantara (FBN) Rendro Wijaya kepada Gatra.com di Karanganyar, Selasa (23/3).

Namunkebanyakan barista belajar secara otodidak maupun pengalaman meracik mandiri. Meski tak memiliki sertifikat kompetensi, namun sebagian berhasil berbisnis kopi di warung milenial. Rendro mengatakan, belum banyak institusi yang menerbitkan sertifikasi barista. Selain biaya pendidikan tidaklah murah, juga profesi ini belum dianggap menjanjikan masa depan.

"Kita ingin mengubah pemikiran semacam itu. DPP dengan DPW bisa bekerjasama membuka uji kompetensi barista. Dapat melalui lembaga maupun mandiri. Juga kerjasama dengan pemerintah, supaya memberi subsidi. Berusaha mengenalkan profesi ini lebih merakyat dengan menggandeng stakeholder," katanya.

Sejauh ini DPP memiliki 30 barista bersertifikasi. Mereka juga berkompeten menyelenggarakan uji kompetensi.  

Ia menyebut potensi kopi nusantara luar biasa. Banyak daerah mengumumkan dirinya penghasil biji kopi spesifik dan boleh dijadikan rujukan leterasi kopi. Secara organisasi, DPP FBN telah melantik kepengurusan di 29 provinsi. Diharapkan, geliat warung kopi oleh para barista dan pengusaha mampu meningkatkan panen kopi petani, mendongkrak UMKM dan membudayakan minum kopi.

Ketua DPW FPN Jawa Tengah, Sumartoyo mengatakan telah menggelar workshop dan kontes barista di De Tjolomadoe pada pekan lalu. Forum tersebut berhasil mengumpulkan pakar perkopian dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dari situ makin kuat mengupayakan kompetensi barista.

"Pada 3 bulan lalu meluncurkan Solo Barista School. Pendidikannya memberi kecakapan barista membuat kopi yang enak dan mampu mengelola warung serta menyampaikan histori kopi ke tamu. Tepatnya seperti Starbuck," katanya.

588