Home Ekonomi Desa di Lombok Ini Dapat Atensi Menteri KKP

Desa di Lombok Ini Dapat Atensi Menteri KKP

Lombok Barat, Gatra.com - Budidaya pembibitan tanaman mangrove di desa Cendimanik, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat (Lobar), Nusa Tenggara Barat diapresiasi Menteri Kelautan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Saat meninjau langsung base camp pembibitan sekaligu penanaman mangrove secara simbolis, Rabu (24/3)

“Mangrove begitu besar manfaatnya bagi kehidupan karena mampu menyerap karbon dalam jumlah yang relatif banyak,” ujar Menteri dalam keterangannya kepada sejumlah media.

Menurut Menteri, pihaknya telah memerintahkan Dirjen Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk terus mengembangkan tanaman bermanfaat ini. Bahkan sebelum lebaran tahun ini tiba, Kemneterian KKP siap menanam bibit mangrove seluas 56 hektar di NTB yang salah satunya berada di kawwasan penanaman mangrove Desa Cendimanik.

"Pembibitan mangrove yang dilakukan di sini sangat bagus untuk kemudian bisa kita kembangkan lagi," kata Menteri.

Sementara Dirjen Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil M. Yusuf menambahkan, pengembangan kebun pembibitan mangrove merupakan amanat Presiden mengingat hutan mangrove banyak yang rusak dan harus dilakukan rehabilitasi.

"Tanamam mangrove bisa menyerap karbon empat kali lebih banyak dibandingkan hutan daratan sehingga kita harus bisa mengembalikan ekosistem mangrove yang rusak menjadi pulih kembali," kata Yusuf.

Di lokasi pembibitan Desa Cendimanik ini Kementerian KKP telah membantu para petani sebanyak 500 ribu batang bibit mangrove pada tahu 2020. Pembibitan ratusan ribu batang bibit mangrove tersebut sebagai bagian dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP.

“Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Wilayah Kerja NTB sudah memberikan pendampingan kepada Kelompok Masyarakat Pengelola Ekowisata Mangrove Bagek Kembar sejak 2016. Pendampingan yang diberikan tidak saja dari sisi edukasi manfaat mangrove untuk kelestarian lingkungan, tetapi juga dari sisi manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir,” jelas Yusuf.


 

155