Home Ekonomi Biaya Proyek Kereta Cepat Membengkak, KCIC: Akibat Inflasi

Biaya Proyek Kereta Cepat Membengkak, KCIC: Akibat Inflasi

Bandung Barat, Gatra.com  - Anggaran Proyek pembangunan Kereta Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) diperkirakan telah meleset dari perhitungan awal. Biaya pengerjaan proyek strategis nasional itu ternyata lebih membengkak hingga 23 persen dari nilai proyek awal US$ 6,071 miliar.

PT KCIC selaku konsorsium proyek KCJB menilai pembengkakan biaya proyek disebabkan adanya inflasi, apalagi tahun 2020 Indonesia dilanda pandemi Covid-19.

"Seiring dengan berjalannya waktu dan proses, tentu ada inflasi yang terjadi. Apalagi di tahun 2020 terjadi pandemi Covid-19 yang membuat seluruh industri terkena dampaknya. Imbas serupa juga menerpa proyek KCJB yang ditangani PT KCIC," kata Corporate Secretary PT KCIC, Mirza Soraya, Rabu (31/3).

Selain inflasi, pembengkakan biaya itu disebabkan adanya anggaran tak terduga dari proses pembebasan lahan warga dan pemindahan utilitas di sepanjang jalur Kereta Cepat.

Mirza menjelaskan, biaya tak terduga berpotensi muncul dalam setiap pembangunan infrastruktur. Di lapangan banyak hal-hal tidak terduga yang dihadapi khususnya dalam aspek pembebasan lahan dan pemindahan utilitas.

“Ketika kami ingin membebaskan lahan, ternyata di dalamnya terdapat utilitas seperti gardu listrik, pipa air atau jaringan lainnya. Ada proses cukup panjang yang harus ditempuh dan memakan biaya,” tambahnya.

Mirza menjelaskan, saat menghadapi lahan dengan utilitas, PT KCIC harus melakukan persiapan dan memindahkan utilitas terlebih dahulu. Setelah pemindahan utilitas dilakukan, PT KCIC baru bisa mengeksekusi lahan untuk kemudian dibangun trase.

Pembengkakan biaya sebesar 23 persen untuk pembebasan lahan dan pemindahan utilitas ini tentu berdampak pada proses pembangunan. Namun, lanjut Mirza, KCIC tidak merubah target untuk merampungkan mega proyek tersebut. Proyek pembangunan KCJB tetap ditargetkan selesai pada tahun 2022 mendatang.

“Koordinasi dan komunikasi dengan pihak internal dan eksternal dilakukan secara simultan dan intens sehingga saat ini akselerasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bisa terus berjalan," ujar Mirza.

Meski sempat terkendala oleh pembebasan lahan, target waktu penyelesaian proyek tidak berubah. 

Mirza menyebutkan, untuk mengejar target penyelesaian, percepatan progres di setiap titik dilakukan secara komprehensif, sehingga percepatan pembangunan proyek KCJB bisa terwujud.

“Saat ini, High Speed Railway Contractor Consortium (HSRCC), KCIC, beserta pemanufaktur sarana dan prasarana terkait, didampingi oleh KAI sedang merumuskan check list untuk semua sub-sistem yang dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, baik itu terkait EMU, railway system maupun operasional,” kata Mirza.

"Melalui monitoring rutin mingguan, progres pembangunan dan percepatan yang dilakukan dapat terpantau dan direspons sesegera mungkin agar target pekerjaan di tahun 2022 dapat dipenuhi," ujarnya. 

902

KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR