Home Politik FGD Kerukunan Beragama: Tak Ada Agama Ajarkan Terorisme

FGD Kerukunan Beragama: Tak Ada Agama Ajarkan Terorisme

Banyumas, Gatra.com – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Banyumas menggelar diskusi terarah atau FGD menyikapi teror bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar yang kemudian berlanjut dengan serangan teror Mabes Polri.

Kepala Kantor Kemenag Banyumas, Nur Akhsin Aedy Fananie mengatakan, FGD ini bertujuan untuk membangun kesepemahaman antar-kelompok masyarakat, antar-agama, dan antar-instansi pemerintah.

Salah satu hasil diskusi terpenting adalah bahwa aksi teror tidak bisa diklaim mewakili agam tertentu. Pasalnya, tidak ada satu pun agama yang mengajarkan teror, menyakiti, dan menimbulkan ketakutan untuk kelompok lainya. Teror melanggar semua ajaran agama.

“Saya yakin semua agama tidak ada ajaran terorisme. Tidak ada (ajaran) bertindak keji, tidak ada perbuatan yang saling menyakiti. Itu semua adalah melanggar ajaran agama yang ada di Indonesia,” katanya.

Menurut dia, kesepemahaman ini penting untuk membangun iklim kondusif untuk semua agama sehingga tidak ada saling curiga. Dia juga meminta agar umat kristiani tetap tenang meski ada serangan bom di gereja. Sebab, kepolisian memastikan semua wilayah mengintensifkan pengamanan objek-objek vital usai serangan bom tersebut.

“Kami sampaikan, dengan adanya FGD ini, kami mengimbau agar seluruh umat beragama di Banyumas, tetap tenang, walaupun terjadi pemboman di gereja Katredral Makassar,” ujarnya.

Sementara, Perwakilan FKUB Banyumas, Pendeta Yunus mengatakan Banyumas dapat menjadi percontohan kerukunan beragama. Di Banyumas, pertemuan lintas agama dan kepercayaan dilakukan secara rutin sehingga tercipta kemanunggalan kerukunan.

FKUB juga bekerja sama menciptakan kedamaian. Salah satunya dengan rutin mengunjungi sekolah-sekolah untuk mengajarkan toleransi dan kerukunan antarumat bergama dan kepercayaan.

1692