Home Kebencanaan Bandara El Tari Berbenah Paska Siklon Tropis Seroja

Bandara El Tari Berbenah Paska Siklon Tropis Seroja

Kupang, Gatra.com - Badai siklon tropis Seroja mengakibatkan kerusakan beberapa fasilitas Bandara El Tari Kupang. Baik di sisi darat (landside) maupun di sisi udara.

Kerusakan fasilitas di sisi darat yaitu kerusakan plafon terminal penumpang di area selasar keberangkatan dan kedatangan domestik, ruang tunggu, dan area kedatangan internasional; kebocoran terminal penumpang pada area selasar kedatangan dan keberangkatan, area check in, area ruang tunggu, dan area kedatangan internasional.

Kebocoran tersebut juga mengenai mesin conveyor belt. Selain itu, sumber daya listrik Bandara El Tari saat ini menggunakan genset akibat aliran listrik dari PLN yang padam sejak pukul 13.30 WITA Minggu (4/4).

Disisi udara (airside)  terdapat objek asing seperti ranting, daun, dan sekelompok burung  akibat badai yang dapat membahayakan proses penerbangan.

Angkasa Pura I secara responsif melakukan perbaikan dan melakukan penyesuaian operasional terbatas.

"Badai akibat Siklon Tropis Seroja yang terjadi sejak Jumat lalu mengakibatkan beberapa kerusakan pada fasilitas Bandara El Tari Kupang. Oleh karena itu, berdasarkan Notam Nomor B0510/21 NOTAMN, operasional Bandara El Tari Kupang ditutup sementara operasional bandara hingga pukul 10.00 WITA Senin ini. Kami targetkan kerusakan di terminal penumpang dan gangguan di area sisi udara dapat segera ditangani sehingga bandara dapat beroperasi kembali," ujar Vice President Corporate Secretary PT Angkasa Pura I (Persero) Handy Heryudhitiawan.

Keputusan penutupan operasional Bandara El Tari Kupang sebelumnya berdasarkan notice to airmen (NOTAM) Nomor B0510/21 NOTAMN yang menyatakan bahwa runway Bandara Kupang ditutup sejak Senin (5/4) 06.45 WITA hingga Senin 5 Maret 2021 pukul 10.00 WITA.

Adapun berbagai upaya untuk mengantisipasi dampak lebih jauh badai terhadap operasional bandara yaitu:

1. Menyiapkan rencana operasi terbatas di terminal dan alur pelayanan penumpang, bagasi, dan kargo, baik keberangkatan dan kedatangan.

2. Melakukan pemeriksaan instalasi listrik dan air sebelum pengoperasian untuk menghindari terjadinya arus pendek.

3. Melakukan pembersihan dan perbaikan plafon yang rusak.

3. Melakukan pemeriksaan ulang kondisi seluruh saluran air, baik saluran terbuka maupun saliran tertutup yang ada di landside, terminal, dan airside.

4. Melakukan pemeriksaan dan pembersihan permukaan runway, taxiway, dan apron dari objek asing.

5. Berkoordinasi dengan Airnav dan maskapai dalam memutuskan status operasional bandara.

6. Berkoordinasi dengan bandara yang hari ini terdapat rute penerbangan baik yang ke/dari Kupang agar penumpang dapat ditangani sesuai prosedur.


 

 

Reporter: Anton Un Taolin

Editor: Rosyid