Home Gaya Hidup Puasa Ramadan, MUI Jateng Imbau Batasi Medsos

Puasa Ramadan, MUI Jateng Imbau Batasi Medsos

Semarang, Gatra.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah mengimbau kepada umat muslim jangan melihat ataupun memosting tulisan dan foto tidak pantas di media sosial (medsos) agar ibadah puasa Ramadan tidak sia-sia.

Ketua Umum MUI Jawa Tengah (Jateng) KH. Ahmad Darodji menyatakan, inti puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi lebih dari itu mampu mengendalikan hawa nafsu.

Salah satu upaya mengendalikan hawa nafsu misalnya, membatasi penggunaan medsos dengan tidak melihat ataupun memosting tulisan dan foto-foto yang tidak pantas di medsos.

“Ini saya wanti-wanti kepada umat muslim yang sedang berpuasa. Mari jaga sebaik-baiknya agar puasa kita tidak batal, muspro, atau sia-sia gara-gara gambar atau tulisan yang kita posting di media sosial,” katanya dalam rilis, Selasa (13/4).

Lebih lanjut, KH Darodji yang juga Ketua Yayasan Masjid Raya Baiturahman Jateng menyatakan, dalam menjalankan puasa Ramadan jangan menabrak larangan berpuasa yang sudah ditentukan.

Sebab kalau sampai melanggar, maka ibadah puasa yang telah dijalankan dengan menahan makan dan minum sekitar 13 jam akan sia-sia, tidak mendapatkan pahala.

“Eman-eman bila puasa kita dari subuh hingga maghrib, tetapi dalam penilaian Allah tidak mendapatkan pahala apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja,” ujar Darodji.

Oleh karenanya, umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan berbekal ilmu tuntutan puasa dan pengendalian hawa nafsu yang tinggi dan ilmu

“Inti puasa itu bukan sekadar menahan makan dan minum pada waktu yang ditentukan sekitar 13 jam, tetapi yang lebih dari itu diharapkan kita mampu mengendalikan hawa nafsu,” katanya.

Sementara Sekretaris Pengelola Pelaksana Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Drs. KH. Muhyiddin MAg dalam acara “Ulama Menyapa” kerja sama MUI Jateng dengan TVKU Semarang, Senin (12/4) petang menyatakan, selama Ramadan menggelar salat tarwih berjamaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selain itu, bila dalam kondisi normal salat tarawih T imam membaca 1 juz Alquran. Pada masa pandemi Covid-19 hanya setengah juz.

“Demikian pula tadarus usai tarawih hanya menyempurnakan yang setengah juz. Dalam seminggu arena masjid disemprot disinfektan hingga dua kali,” ujarnya.

 

 

1133