Home Milenial Anak Muda Kunci Sukses Layanan Laporan Publik App LAPOR!

Anak Muda Kunci Sukses Layanan Laporan Publik App LAPOR!

Jakarta, Gatra.com- Peran serta anak muda menjadi kunci kesuksesan untuk mengimplementasikan aplikasi online layanan pelaporan pelayanan publik (LAPOR!). Ini merupakan aplikasi yang dimotori Kementerian Pendayaan Aparatur Negara dan Birokrasi (Kemenpan-RB) dalam nenyampaikan keluhan publik aebagau check and balance kebutuhan masyarakat.

"Keterlibatan generasi muda akan mampu menjadi pemicu efek bola salju untuk partisipasi masyarakat secara luas dan pemerintah mendorong generasi muda untuk terus menyampaikan keluhan publik sebagai check and balance tentang kebutuhan masyarakat,” ungkap Analis Kebijakan Muda Sub-Koordinator Sistem Informasi Pelayanan Publik KEMENPAN-RB, Rosikin seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/4).

Sebagai informasi, LAPOR! adalah aplikasi umum bidang pengelolaan pengaduan pelayanan publik. Sampai tahun lalu, sistem LAPOR telah mencatat 1,145,944 laporan yang telah diterima dan direspon oleh instansi yang terhubung di berbagai daerah di Indonesia.

Dari total laporan yang masuk pada tahun 2020, sekitar 30% datang dari pengguna sistem LAPOR berusia antara 20-30 tahun.

Wakil Kepala Perwakilan UNDP Indonesia Sophie Kemkhadze menambahkan, UNDP Indonesia terus menerus berinovasi terhadap pendekatan-pendekatan baru menghadapi berbagai tantangan. Diantaranya lewat SP4N-LAPOR yang bekerjasama dengan  KOICA Indonesia dan Kemenpan-RB. Bisa dilihat tingginya tingkat partisipasi masyarakat untuk menyampaikan keluhan,” ungkapnya.

Deputy Country Director Badan Kerjasamama Internasional Korea (KOICA) Indonesia, Song Joo Kim mengatakan sistem komunikasi LAPOR adalah bagian dari pendekatan untuk mengubah perilaku masyarakat agar aktif melaporkan keluhan publik. "Hal ini dibutuhkan untuk mengatasi ketimpangan dan ketidakadilan sosial yang menjadi tantangan saat ini," lanjutnya.

Republik Korea merupakan salah satu dari tiga negara teratas yang memiliki sistem e-governance paling efektif menurut United Nations E-Government pada tahun 2020. Melalui sistem e-people masyarakat bisa menyampaikan keluhan mereka dan sejauh ini sudah menerima 12,3 juta keluhan dari masyarakat di negeri ginseng tersebut

Pendiri Rumah Faye, Faye Simanjuntak menyebut bahwa selama bekerja bersama penyintas kekerasan anak, kerap menemukan ketimpangan akses informasi di tingkat akar rumput. "Sosialisasi dan akses mutlak diperlukan. Bahkan di kota besar seperti di Jakarta saja, akses terhadap internet masih terbilang eksklusif,” katanya.

Hal serupa juga diungkapkan Rodhi Mahfur, seorang seniman muda yang aktif menyuarakan hak-hak disabilitas lewat komunitas Jakarta Barrier Free Tourism.

 

231